hubungan status gizi dengan pemberian pertama kali makanan tambahan kepada bayi
Clicks: 19
ID: 245694
2012
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Improving Quality
0.0
/100
Combines engagement data with AI-assessed academic quality
Reader Engagement
Emerging Content
1.5
/100
5 views
5 readers
Trending
AI Quality Assessment
Not analyzed
Abstract
Tulisan ini adalah hasil analisis data penelitian aspek psikososial pada anak Balita KKP di daerah pedesaan Bogor tahun 1986. Anak gizi buruk sebagai kasus (42 anak) dan anak gizi baik sebagai kontrol (42 anak) dianalisis secara epidemiologis untuk mengetahui hubungan antara status gizi anak Balita dengan makanan tambahan yang pertama kali diperkenalkan kepada bayi. Hasil analisis menunjukkan bahwa peluang (odd ratio) anak menjadi gizi buruk karena diberi makanan tambahan pertama kali pada umur 3 bulan adalah 0.59 kali (terendah 0.24 dan tertinggi 0.68) daripada menjadi gizi baik. Jika diberikan pada umur 6 bulan peluangnya 0.65 (terendah 0.01, tertinggi 49.1). Analisis lebih lanjut ternyata umur merupakan confounding dalam hubungan tersebut. Demikian pula penyapihan memegang peranan penting terhadap terjadinya gizi buruk. Pemberian makanan tambahan pada umur dini tidak menyebabkan terjadinya gizi buruk.
| Reference Key |
muljati2012penelitianhubungan
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Sri Muljati |
| Journal | climate dynamics |
| Year | 2012 |
| DOI |
10.22435/pgm.v0i0.1962.
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.