keragaan anak balita pasca pemulihan gizi buruk

Clicks: 46
ID: 240709
2012
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Steady

Ranked #14 of 21 articles by views in climate dynamics

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Salah satu upaya penanggulangan KEP berat adalah kegiatan Pemulihan Gizi Buruk yang dikembangkan oleh Puslitbang Gizi Buruk. Sekitar 80% anak balita dapat pulih setelah mengikuti paket kegiatan selama enam bulan. Penelitian ini dilakukan pada tahun 1991 terhadap 60 anak usia balita dan telah selesai mengikuti pemulihan gizi buruk pada tahun 1987 sampai 1990, dengan tujuan untuk pengkajian keragaan mereka sekarang. Data yang dikumpulkan adalah berat badan, tinggi badan, umur, kondisi klinis dan sosial ekonomi. Status gizi ditentukan menurut baku Harvard serta gabungan indeks antropometri menurut baku WHO-NCHS. Sampel terbanyak berumur lebih dari empat tahun (40%) dan 2-3 tahun (30%), dengan umur terendah 18 bulan dan tertinggi 60 bulan. Tingkat pendidikan orang tua rata-rata SD, sebagian besar bekerja sebagai buruh dan tukang atau supir. Berdasarkan indeks Berat Badan/Umur, terlihat status gizi anak meningkat dibandingkan dulu (selesai pemulihan) yaitu gizi buruk turun dari 21.7% menjadi 18.3% dan gizi baik naik dari 3.3% menjadi 6.7%. Demikian pula indeks Berat Badan/Tinggi Badan, gizi buruk tetap 1.6% dan gizi baik naik dari  15.1% menjadi 36.7%. Sebaliknya, dampak gizi buruk waktu lampau terlihat lebih jelas dengan indeks Indeks Tinggi Badan/Umur, yaitu gizi buruk naik dari 33.3% menjadi 43.3% dengan gizi baik 5.0%. Jika digunakan gabungan ketiga indeks, keragaannya adalah 65% termasuk baik pernah kurang gizi, 20% gizi buruk dulu sampai sekarang, 8.3% normal. Pengelompokkan dalam gabungan indeks ini akan lebih memudahkan untuk menentukan langkah selanjutnya guna meningkatkan status gizi anak balita pasca pemulihan gizi buruk.
Reference Key
arnelia2012penelitiankeragaan Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Arnelia Arnelia;Astuti Lamid;Sri Muljati;Paul Matulessy
Journal climate dynamics
Year 2012
DOI
10.22435/pgm.v0i0.2246.
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.