trauma experience, identity, and narratives

Clicks: 3
ID: 236024
2014
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Star

Ranked #53 of 53 articles by views in jmir dermatology

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Peristiwa kekerasan dan mengerikan seperti konflik berdarah dan pembunuhan merupakan suatu realitas yang meninggalkan dampak permanen pada korban. Individu yang mengalami trauma akan terus menerus bergumul dengan makna kejadian yang telah dialami bahkan sesudah peristiwa trauma itu sendiri berlalu. Elemen kritikal bagi individu yang mengalami trauma adalah asesmen subyektif mengenai bagaimana mereka merasa terancam dan tak berdaya. Studi tentang trauma sosial-psikologi menghadapkan kita pada kondisi mengenai kodrat manusia baik dari sisi terbaik maupun terburuk.Makalah ini dimulai dengan bahasan mengenai apa yang menjadikan trauma dan bagaimana trauma berpengaruh atas hidup individu yang mengalaminya. Sebagai fenomen yang berkaitan erat dengan stres, maka akan bermanfaat bila dampak trauma dipertimbangkan dari aspek diri (self), yang mana konsep self ini sendiri merupakan seperangkat faktor yang kompleks. Trauma akan menggoyangkan dan bahkan mengubah komponen struktural dan fungsional dari self. Dihadapkan dengan pengalaman trauma, individu harus memobilisasikan segenap sumber- sumber yang ada dalam diri maupun dalam lingkungannya sebagai jalan koping dengan situasi hidupnya. Pembahasan tentang koping akan mencakup konseptualisasi yang lebih luas daripada apa yang telah diusulkan oleh Lazarus. Perspektif yang lebih luas ini lebih bermanfaat bagi kita khususnya bila kita mempelajari naratif sebagai upaya oleh individu untuk memahami dan memaknai apa yang telah menimpa diri mereka. Setiap orang memiliki motif untuk menemukan makna, nilai-nilai (values) dan tujuan hidup, khususnya setelah mereka mengalami peristiwa yang mengancam kehidupan mereka, semua aspek ini muncul dalam naratif.
Reference Key
soesilo2014buletintrauma Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Aloysius Soesilo
Journal jmir dermatology
Year 2014
DOI
10.22146/bpsi.11449
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.