harga diri perempuan minangkabau dalam novel di bawah lindungan ka’bah karya hamka

Clicks: 112
ID: 193543
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Popular

Ranked #36 of 44 articles by views in BMC cancer

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Karya sastra Indonesia warna lokal Minangkabau telah menegaskan pentingnya sosok perempuan. Tokoh perempuan dihadirkan dalam berbagai profil. Harga diri perempuan Minangkabau dalam sastra lokal Minangkabau nampak begitu kuat sesuai dengan fungsinya di dalam realita. Masalah pokok penelitian ini adalah harga diri perempuan Minangkabau, yang terdapat dalam novel Di Bawah Lindungan Ka’bah karya Hamka. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan harga diri perempuan Minangkabau dalam novel Di Bawah Lindungan Ka’bah karya Hamka. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan harga diri perempuan Minangkabau dapat dilihat dari perbuatan dan perilaku tokoh yang berupa ucapan, dan peristiwa yang dilakukan oleh tokoh-tokoh perempuan dalam novel Di Bawah Lindungan Ka’bah karya Hamka. Harga diri perempuan Minangkabau secara individu yang diperankan oleh tokoh yaitu dari perilaku yang ditampilkan oleh tokoh Zainab, Rosna, Mak Asiah, dan ibu Hamid sosok perempuan Minangkabau yang dipandang mulia dari kehidupan bermasyarakat yang bisa menjaga nama baik (martabatnya) sebagai perempuan Minangkabau. Sedangkan harga diri perempuan sebagai anggota masyarakat yang diperan oleh tokoh dalam novel Di Bawah Lindungan Ka’bah karya Hamka yaitu perempuan Minangkabau yang memiliki sifat kepemimpinan yang dapat ditiru oleh masyarakat. Sebagai perempuan Minangkabau yang memegang fungsi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Seorang bundo kanduang menurut adat Minangkabau merupakan tempat meniru dan diteladani oleh lingkungan dan keluarganya.
Reference Key
helda2016jurnalharga Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;trisna helda
Journal BMC cancer
Year 2016
DOI
10.22202/jg.2016.v2i1.1409
URL
Keywords Keywords not found

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.