pengaruh knowledge sharing terhadap kemampuan inovasi usaha kecil menengah (ukm) di yogyakarta dengan absorptive capacity sebagai variabel intervening

Clicks: 279
ID: 191763
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Steady

Ranked #19 of 48 articles by views in British journal of anaesthesia

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract

Usaha  Kecil  dan  Menengah  (UKM)  memiliki  peran  penting  dalam pembangunan  ekonomi nasional, karena selain memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional juga dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Tetapi untuk mengembangkan UKM tidak mudah, banyak masalah dan tantangan yang harus dihadapi. Dalam rangka mempertahankan UKM ini, perlu terobosan sehingga UKM dapat bersaing, bertahan dan inovatif sehingga produk dapat diterima oleh pasar. Karena tidak adanya upaya untuk mengatasi masalah tersebut sulit bagi UKM  untuk bertahan hidup dalam jangka panjang. Upaya dilakukan dengan Knowledge Sharing sehingga kemampuan inovasi diperoleh. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh Knowledge Sharing terhadap Absorptive Capacity dan menguji pengaruh Absorptive Capacity dan Knowledge Sharing terhadap Kemampuan Inovasi serta  menguji Absorptive Capacity sebagai variabel intervening pengaruh Knowledge Sharing terhadap Kemampuan Inovasi Usaha Kecil Menengah (UKM). Sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah UKM di daerah DIY khususnya Kabupaten Bantul, Sleman dan Yogyakarta. Sampel yang diambil karyawan yang berada di UKM di mana mereka bekerja. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling dengan kriteria sampel, yaitu UKM yang sudah (satu) tahun menjalankan bisnis karena dianggap telah mampu bertahan dan menjalankan bisnis. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan teknik convenience sampling. Alat analisis  yang digunakan  analisis  regresi.  Berdasarkan  analisis  hasil  menunjukkan  bahwa ada pengaruh signifikan variabel Knowledge Sharing terhadap Absorptive Capacity, tidakada pengaruh signifikan variabel Absorptive Capacity terhadap Kemampuan Inovasi, ada pengaruh signifikan variabel Knowledge Sharing terhadap Kemampuan Inovasi, variabel Absorptive Capacity tidak menjadi variabel intervening pengaruh Knowledge Sharing terhadap Kemampuan Inovasi.

Reference Key
ranto2016jurnalpengaruh Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Dwi Wahyu Pril Ranto
Journal British journal of anaesthesia
Year 2016
DOI
10.20885/jsb.vol19.iss2.art4
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.