pengaruh pupuk organik tandan kosong kelapa sawit (tkks) dan inokulasi fungi mikoriza arbuskula (fma) terhadap pertumbuhan bibit jelutung rawa (dyera lowii hook.f.)

Clicks: 134
ID: 176172
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Emerging

Ranked #15 of 16 articles by views in journal of graduate medical education

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik TKKS dan inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) serta memperoleh dosis yang optimum terhadap pertumbuhan bibit jelutung rawa secara optimal. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk organik TKKS (0,145; 290 dan 580 g/tanaman) dan faktor kedua dosis FMA Mycofer® (0,5; 10 dan 15 g/tanaman), ulangan sebanyak tiga kali. Parameter penelitian berupa tinggi batang, diameter batang, jumlah daun, luas daun, rasio pucuk akar dan persentase akar terkolonisasi. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multi Range Test (DMRT) pada taraf α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata pupuk organik TKKS terhadap pertambahan diameter batang dan rasio pucuk akar. Pemberian dosis FMA menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap persentase kolonisasi akar. Pemberian kombinasi keduanya juga menunjukkan pengaruh interaksi yang nyata terhadap tinggi batang dan luas daun. Dosis optimum diperoleh pada perlakuan pupuk organik TKKS 145 g dan inokulasi FMA 5 g. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk menggunakan pupuk organik TKKS dengan dosis 145 g yang dikombinasikan dengan dosis FMA 5 g/tanaman. Kata Kunci : TKKS, pertumbuhan, jelutung rawa, FMA.
Reference Key
septiyeni2016biospeciespengaruh Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Winda Septiyeni;Upik Yelianti;Pinta Murni
Journal journal of graduate medical education
Year 2016
DOI
DOI not found
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.