insomnia dan diagnosis psikiatri pada pasien di instalasi rawat darurat (ird) rsup sanglah
Clicks: 114
ID: 146715
2015
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Steady Performance
30.5
/100
114 views
40 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
SteadyRanked #30 of 40 articles by views in scandinavian journal of immunology
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Insomnia adalah suatu kesulitan dalam memulai tidur, mempertahankan tidur, atau tidur
yang tidak menyegarkan selama 1 bulan atau lebih di mana keadaan sulit tidur ini harus
menyebabkan gangguan klinis yang signifikan. Insomnia dibagi menjadi insomnia primer
dan sekunder. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk
menjelaskan karakteristik insomnia dan diagnosis psikiatri pada pasien di Instalasi Rawat
Darurat (IRD) RSUP Sanglah. Data penelitian ini berdasarkan register pasien IRD RSUP
Sanglah periode Mei-November 2013. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi ini terdiri
dari 52 laki-laki (49%) dan 54 perempuan (51%). Menurut tipe insomnia, 17% insomnia
primer dan 83% insomnia sekunder. Berdasarkan usia, 11% pada usia ?20 tahun, 32%
pada usia 21-30 tahun, usia 31-50 tahun 40% dan 17% pada usia>50 tahun. Pasien yang
menikah 51%, belum menikah 39%, janda 6% dan duda 4%. Pasien yang bekerja 56% dan
44% tidak bekerja. Berdasarkan diagnosis psikiatri, skizofrenia 20 (22,7%), psikotik akut
17 (19,3%), depresi 12 (13,6%), bipolar 7 (8%), delirium 8 (9,1%), GMO 10 (11,4%) dan
gangguan penyesuaian 14 (15,9%). Dari keseluruhan pasien insomnia yang datang ke IRD,
17% merupakan insomnia primer dan 83% insomnia sekunder. Diagnosis psikiatri pasien
insomnia terbanyak adalah pasien psikotik, yaitu skizofrenia 22,7% dan psikotik akut
19,3%.
yang tidak menyegarkan selama 1 bulan atau lebih di mana keadaan sulit tidur ini harus
menyebabkan gangguan klinis yang signifikan. Insomnia dibagi menjadi insomnia primer
dan sekunder. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk
menjelaskan karakteristik insomnia dan diagnosis psikiatri pada pasien di Instalasi Rawat
Darurat (IRD) RSUP Sanglah. Data penelitian ini berdasarkan register pasien IRD RSUP
Sanglah periode Mei-November 2013. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi ini terdiri
dari 52 laki-laki (49%) dan 54 perempuan (51%). Menurut tipe insomnia, 17% insomnia
primer dan 83% insomnia sekunder. Berdasarkan usia, 11% pada usia ?20 tahun, 32%
pada usia 21-30 tahun, usia 31-50 tahun 40% dan 17% pada usia>50 tahun. Pasien yang
menikah 51%, belum menikah 39%, janda 6% dan duda 4%. Pasien yang bekerja 56% dan
44% tidak bekerja. Berdasarkan diagnosis psikiatri, skizofrenia 20 (22,7%), psikotik akut
17 (19,3%), depresi 12 (13,6%), bipolar 7 (8%), delirium 8 (9,1%), GMO 10 (11,4%) dan
gangguan penyesuaian 14 (15,9%). Dari keseluruhan pasien insomnia yang datang ke IRD,
17% merupakan insomnia primer dan 83% insomnia sekunder. Diagnosis psikiatri pasien
insomnia terbanyak adalah pasien psikotik, yaitu skizofrenia 22,7% dan psikotik akut
19,3%.
| Reference Key |
dewanti2015e-jurnalinsomnia
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Alfa Matrika Sapta Dewanti;Ni Ketut Sri Diniari |
| Journal | scandinavian journal of immunology |
| Year | 2015 |
| DOI |
DOI not found
|
| URL | |
| Keywords | Keywords not found |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.