pengembangan tes diagnostik two-tier untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada materi kimia siswa sma
Clicks: 156
ID: 134349
2014
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Improving Quality
0.0
/100
Combines engagement data with AI-assessed academic quality
Reader Engagement
Steady Performance
30.0
/100
153 views
20 readers
Trending
AI Quality Assessment
Not analyzed
Abstract
Penelitian ini dikembangkan untuk menghasilkan instrumen diagnostik two tier yang dapat
mendeteksi miskonsepsi siswa pada materi stoikiometri, hidrokarbon, dan laju reaksi. Metode
deskriptif digunakan untuk mengembangkan instrumen pada materi stoikiometri dan laju reaksi
sedangkan metode R&D digunakan untuk mengembangkan instrumen pada materi hidrokarbon.
Kualitas instrumen diagnostik two-tier diuji dengan validitas dan reliabilitas. Uji validitas instrumen
menunjukkan bahwa jumlah butir soal yang dinilai valid, yaitu 15 butir soal pada materi stoikiometri,
18 dari 39 butir soal pada materi hidrokarbon, dan 21 dari 56 butir soal pada materi laju reaksi.
Instrumen tersebut kemudian diujikan kepada siswa SMA kelas X dan XI. Hasil tes tersebut dianalisis
dan diinterpretasikan, sehingga miskonsepsi dapat teridentifikasi. Temuan dari penelitian ini
menunjukkan bahwa miskonsepsi siswa pada materi stoikiometri meliputi hukum-hukum dasar kimia
dan konsep mol. Miskonsepsi siswa pada materi hidrokarbon meliputi kekhasan atom karbon, ikatan
atom dalam rantai karbon, dan rantai tertutup. Sementara itu, miskonsepsi siswa pada materi laju
reaksi meliputi pengertian laju reaksi dan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
| Reference Key |
siswaningsih2014jurnalpengembangan
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Wiwi Siswaningsih |
| Journal | journal of personality and social psychology |
| Year | 2014 |
| DOI |
10.18269/jpmipa.v19i1.487
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.