Pemetaan Area Genangan Banjir Pasang Di Kawasan Lahan Budidaya Air Payau Kota Pekalongan Provinsi Jawa Tengah
Clicks: 1
ID: 308768
2014
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
0.0
/100
1 views
0 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Ranked #1,374 of 1,397 articles by views in journal of marine research
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 1,397 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Kota Pekalongan memiliki Tempat Pelelangan Ikan (TPI) terbesar di Jawa Tengah, namun terjadi penurunan terhadap produksi dan produktivitas yang signifikan. Alternatif yang dapat dilakukan untuk menekan penurunan produksi dan produktivitas maka dapat dilakukan budidaya ikan air payau di wilayah pesisir. Pembuatan lahan budidaya air payau banyak mengalami masalah, utamanya adalah banjir pasang air laut. Berdasarkan pada hal tersebut, maka perlu dilakukan pemetaan daerah terkena dampak area genangan banjir pasang dan mengkaji lahan budidaya air payau yang terkena dampak area genangan banjir pasang.Penelitian ini dilakukan untuk memetakan lahan budidaya air payau yang terkena dampak area genangan banjir pasang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini antara lain metode rektifikasi, komposit warna, purposive sampling, admiralty, sistem informasi geografi dan regresi linear sederhana. Lima kelurahan yang memiliki lahan budidaya air payau yang terkena dampak area genangan banjir pasang. Kelurahan Bandengan 108,66 ha, Kandang Panjang 59,62 ha, Panjang Baru 27,43 ha, Krapyak Lor 115,55 ha dan Degayu 38,91 ha. Hanya lahan budidaya air payau pada Kelurahan Degayu saja yang tidak terkena dampak area genangan banjir pasang seluruhnya.
| Reference Key |
openalex_W1751173523
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | Adhyaksa Saktika Drestanto, Agus Indarjo, Muhammad Helmi |
| Journal | journal of marine research |
| Year | 2014 |
| DOI |
10.14710/jmr.v3i4.8365
|
| URL | |
| Keywords | Keywords not found |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.