Distribusi Makroalgae Di Wilayah Intertidal Pantai Krakal, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta
Clicks: 1
ID: 308145
2014
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
0.0
/100
1 views
0 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Ranked #1,341 of 1,397 articles by views in journal of marine research
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 1,397 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Makroalgae merupakan tumbuhan laut yang berperan penting dalam ekosistem perairan. Distribusi makroalgae dipengaruhi oleh beberapa faktor baik fisika, kimia, maupun biologi. Berdasarkan pengaruh faktor pencahayaan makroalgae bisa dikelompokkan berdasarkan kandungan pigmennya. Ada 3 kelas makroalgae yaitu algae hijau (Chlorophyceae), algae coklat (Phaeophyceae) dan algae merah (Rhodophyceae). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan komposisi jenis makroalgae di wilayah intertidal Pantai Krakal, Gunung Kidul, Yogyakarta.Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2014 di wilayah intertidal Pantai Krakal, Gunung Kidul, Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan pada 6 stasiun dengan jarak antar stasiun 30 meter. Metode yang digunakan adalah transek kuadrat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama penelitian ditemukan 12 spesies yang terbagi atas 3 kelas diantaranya adalah 3 spesies dari kelas Chlorophyceae, 4 spesies dari kelas Phaeophyceae, dan 4 spesies dari kelas Rhodophyceae. Makroalgae dari Stasiun 6 memiliki tingkat keanekaragaman makroalgae tertinggi dengan nilai 1,684 dan Stasiun 1 memiliki keanekaragaman terendah berada yaitu dengan nilai 1,390. Keseragaman tertinggi ditemukan pada Stasiun 3 dengan nilai 0,782 dan terendah pada Stasiun 4 dengan nilai 0,597. Indeks dominansi tertinggi berada pada Stasiun 4. Faktor yang mempengaruhi distribusi makroalgae di wilayah intertidal adalah cahaya, suhu, salinitas, pergerakan air dan jenis substrat. Semua parameter kualitas air yang telah diukur memenuhi syarat bagi pertumbuhan optimum rumput laut kecuali kandungan nitrat dan fosfat
| Reference Key |
openalex_W2413863542
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | Wandha Stephani, Gunawan Widi Santosa, Sunaryo Sunaryo |
| Journal | journal of marine research |
| Year | 2014 |
| DOI |
10.14710/jmr.v3i4.11425
|
| URL | |
| Keywords | Keywords not found |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.