POTENSI RUMPUT LAUT Sargassum duplicatum SEBAGAI SUMBER SENYAWA ANTIFOULING
Clicks: 1
ID: 302390
2014
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
0.0
/100
1 views
0 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Ranked #1,355 of 1,397 articles by views in journal of marine research
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 1,397 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Biofouling di laut menyebabkan kerusakan pada lambung kapal dan merusak infrastruktur kelautan lainnya. R umput laut genus Sargassum banyak dilaporkan sebagai alternatif sumber senyawa antifouling alami yang ramah lingkungan . Penelitian ini menggunakan S. duplicatum dari Perairan Teluk Awur Jepara yang diekstrak dengan berbagai pelarut (n-heksana, etil asetat dan metanol) untuk mengetahui potensi ekstrak sebagai antifouling dan golongan senyawanya serta untuk mengidentifikasi jenis bakteri biofilm yang sensitif terhadap ekstrak . B akteri biofilm diisolasi dari panel kayu dan fiberglass yang dibenamkan di laut selama 2 minggu . Uji aktivitas antimicrofouling menggunakan metoda disc diffusion , uji fitokimia menggunakan metoda Harborne (1987) dan uji biokimia menggunakan metoda Cowan and Steels (1974) dan Bergey’s (2005) . Aktivitas antimicrofouling paling baik ditunjukan oleh ekstrak etil asetat yang dapat menghambat 22 dari 34 bakteri biofilm dengan kisaran zona hambat 0,65 – 3,73 mm . Sedangkan, bakteri yang paling sensitif terhadap ekstrak S. duplicatum adalah bakteri K.10.3.1.4 dan F.10.3.1.2 . S. duplicatum mengandung senyawa golongan alkaloid, saponin, quinon, fenolik, steroid, dan flavonoid. Berdasarkan identifikasi bakteri secara biokimia, bakteri K.10.4.1.5 adalah genus Achromobacter , sedangkan kode isolat F.10.3.1.2 adalah genus Flavobacterium cytophaga . Kehadiran satu atau lebih senyawa fitokimia dalam ekstrak diduga bertanggung jawab atas aktivitas antifouling yang terjadi.
| Reference Key |
openalex_W1845630903
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | Ika Wulan Santi, Ocky Karna Radjasa, Ita Widowati |
| Journal | journal of marine research |
| Year | 2014 |
| DOI |
10.14710/jmr.v3i3.5999
|
| URL | |
| Keywords | Keywords not found |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.