Konsep Prokreasi dalam Kejadian 1:26-28 sebagai Jawaban terhadap Gaya Hidup Childfree

Clicks: 109
ID: 280864
2023
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Ada orang yang secara sadar dan sukarela memilih gaya hidup childfree, yakni keputusan untuk menjalani hidup tanpa adanya keturunan dalam pernikahannya meskipun kondisi organ reproduksi suami maupun istri dalam keadaan memungkinkan untuk berketurunan. Alasan psikologis, ekonomi, filosofis, dan lingkungan telah menjadi pendorong untuk memilih gaya hidup childfree. Beberapa pemikir Kristen membenarkan gaya hidup ini. Namun Kejadian 1:26-28 menunjukkan prokreasi sebagai program yang Allah kehendaki dalam pernikahan. Dengan metode hermeneutika, artikel ini mengupas konsep prokreasi dalam Kejadian 1:26-28 untuk memberikan jawabann terhadap gaya hidup childfree. Hasilnya dapat disimpulkan bahwa childfree tidak sesuai dengan kebenaran biblikal dalam kitab suci.
Reference Key
prabowo2023konseppengarah Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors Prabowo, Paulus Dimas;Malela, Anggi;
Journal Pengarah
Year 2023
DOI
DOI not found
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.