acanthosis nigricans dan hubungannya dengan resistensi insulin pada anak dan remaja
Clicks: 5
ID: 257667
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Steady Performance
1.2
/100
5 views
4 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
SteadyRanked #118 of 159 articles by views in medical mycology
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 159 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Acanthosis nigricans (AN) bukan hanya sekedar kelainan kulit saja, tetapi dipandang sebagai petanda adanya
penyakit lain yang mendasari, salah satunya adalah resistensi insulin. Prevalensi AN bervariasi dari 7%
pada populasi umum sampai dengan 74% pada orang dengan obesitas. Penelitian terakhir memperlihatkan
bahwa derajat beratnya AN berhubungan dengan konsentrasi insulin plasma puasa dan indeks masa
tubuh (IMT). Tidak ada perbedaan insidens antara laki-laki dan perempuan. Secara garis besar AN dibagi
menjadi dua kategori besar yaitu jinak (benign) dan ganas (malignant). Acanthosis nigricans pada sindrom
resistensi insulin disebabkan karena kadar insulin yang tinggi mampu mengaktifkan fibroblas dermal dan
keratinosit melalui reseptor insulin-like growth factor yang ada pada sel-sel tersebut. Sebagai hasilnya terjadi
peningkatan deposisi glikosaminoglikans oleh fibroblas di dermal. Hal ini menyebabkan papilomatosis dan
hiperkeratosis. Acanthosis nigricans dilaporkan sebagai salah satu faktor prediktor hiperinsulinemia yang
cukup baik. Skrining adanya AN merupakan alat yang cukup sederhana, cepat, mudah, dan murah untuk
mendeteksi individu yang berisiko menderita diabetes tipe 2 dan penyakit lain yang berhubungan dengan
hiperinsulinemia. Skrining AN di klinik dan sekolah untuk mengidentifikasi individu yang berisiko tinggi
menderita diabetes tipe 2 memiliki implikasi penting dalam pengembangan strategi intervensi melawan
DM, terutama di tingkat layanan primer.Tujuan terapi pada AN adalah untuk mengkoreksi penyakit yang
mendasarinya. Koreksi hiperinsulinemia dapat mengurangi derajat lesi hiperkeratosis, begitu juga dengan
penurunan berat badan.
| Reference Key |
batubara2016sariacanthosis
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Jose RL Batubara |
| Journal | medical mycology |
| Year | 2016 |
| DOI |
10.14238/sp12.2.2010.67-73
|
| URL | |
| Keywords | Keywords not found |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.