korelasi kadar seng serum dan bangkitan kejang demam
Clicks: 3
ID: 253459
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Steady Performance
0.6
/100
3 views
2 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
SteadyRanked #142 of 159 articles by views in medical mycology
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 159 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Latar belakang. Kejang demam merupakan kelainan saraf tersering pada anak. Sekitar 2%-5% anak di bawah
umur 5 tahun pernah mengalami kejang demam. Prognosis kejang demam baik, namun mengkhawatirkan
orang tua. Penelitian tentang hubungan kadar seng serum dengan bangkitan kejang demam belum banyak
dilakukan.
Tujuan. Membuktikan korelasi kadar seng serum dan bangkitan kejang demam.
Metode. Penelitian kasus kontrol dengan subyek penelitian anak berumur 3 bulan-5 tahun di RS Dr.Kariadi
pada April 2009–Maret 2010, kelompok kasus dengan bangkitan kejang demam dan kelompok kontrol
dengan demam tanpa kejang. Kadar seng serum diperiksa di laboratorium GAKI FK UNDIP dengan
metode atomic absorption spectrophotometry. Data dianalisis dengan uji Chi-square, korelasi Spearman,
dan analisis determinan.
Hasil. Subyek penelitian 72 pasien, 36 kelompok kasus dan 36 kelompok kontrol. Rerata kadar seng kelompok
kasus 111,73 g/mL dan kelompok kontrol 114,56 g/mL (p=0,33). Tidak terdapat korelasi antara kadar
seng serum dengan bangkitan kejang demam (r=0.114;p>0,05). Analisis determinan menunjukkan urutan
besarnya kontribusi faktor genetik (0,548), infeksi berulang (0,493), riwayat penyulit kehamilan-persalinan
(0,364), suhu (0,309), gangguan perkembangan otak (0.141), kadar seng serum (-0,102), umur (-0,041)
dengan confusion matrix 81,9% untuk prediksi.
Kesimpulan. Rerata kadar seng serum pada bangkitan kejang demam lebih rendah dibanding tanpa kejang
demam, namun tidak bermakna. Tidak terdapat korelasi antara kadar seng serum dengan bangkitan kejang
demam. Kadar seng serum bersama faktor genetik, infeksi berulang, penyulit dalam kehamilan maupun
persalinan, suhu badan, gangguan perkembangan otak, dan umur dapat digunakan sebagai prediktor
bangkitan kejang demam meskipun memiliki peranan kecil.
| Reference Key |
iva-yuana2016sarikorelasi
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Iva-Yuana Iva-Yuana;Tjipta Bahtera;Noor Wijayahadi |
| Journal | medical mycology |
| Year | 2016 |
| DOI |
10.14238/sp12.3.2010.150-6
|
| URL | |
| Keywords | Keywords not found |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.