musim di indonesia : trend dan variasi multi-dekade
Clicks: 7
ID: 253101
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Steady Performance
1.8
/100
7 views
6 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
SteadyRanked #37 of 41 articles by views in international journal of forestry research
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
ABSTRAK Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca telah diyakini sebagai salah saru penyebab terjadinya perubahan iklim global yang dapat mempengaruhi berbagai sektor kehidupan. Agar kemungkinan dampak yang timbul dapat dicermati secara seksama, proyeksi mengenai perubahan iklim sangat penting dilakukan. Sehingga, salah satu strategi nasional jangka panjang yang akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah mengembangkan kajian ilmiah dan teknologi untuk sistem pemantauan cuaca dan iklim. Paper ini secara umum bertujuan untuk mencari bukti empirik guna mengetahui apakah perubahan musim di Indonesia memang telah terjadi. Secara khusus ada dua tujuan yang akan dicapai dalam paper ini, yaitu (1) mengetahui eksistensi dan arah kecenderungan hujan musiman; dan (2) mengetahui apakah variasi ilmiah multi-dekade juga terjadi di Indonesia. Untuk mencapai tujuan ini, telah digunakan indek hujan Indonesia yang merentang dan tahun 1879 hingga 1999. Indek ini meliputi indek hujan musim kemarau dan indek hujan musim hujan. Keberadaan suatu trend secara kualitatif dilihat dan garis trend polynomial yang tergambar dan secara kuantitatif dikaji dan signifikansinya berdasarkan metode ranking Spearman. Sementara itu, variasi multi-dekade diketahui dengan menerapkan metode perataan berjalan dengan dasar perataan sepanjang 30 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) semenjak 1879 hingga 1999, hujan yang terjadi pada musim kemarau maupun musim hujan cenderung menurun. Namun demikian, secara statistic, trend penurunan pada musim kemarau tidak signifikan, sementara trend penurunan musim hujan adalah signifikan; (2) sebagaimana halnya yang dialami negara lain yang terpengaruh oleh monsoon, hujan di Indonesia juga menunjukkan adanya variasi multi-dekade. Perubahan multi-dekade itu berkisar pada siklus tiga puluh tahunan.
| Reference Key |
condrokirono2016majalahmusim
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Dewi Galuh CondroKirono |
| Journal | international journal of forestry research |
| Year | 2016 |
| DOI |
10.22146/mgi.13228
|
| URL | |
| Keywords | Keywords not found |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.