konstipasi fungsional
Clicks: 4
ID: 249335
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Steady Performance
0.9
/100
4 views
3 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
SteadyRanked #121 of 159 articles by views in medical mycology
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 159 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Konstipasi merupakan keadaan yang sering ditemukan pada anak dan dapat menimbulkan
masalah sosial maupun psikologis. Berdasarkan patofisiologis, konstipasi dapat
diklasifikasikan menjadi konstipasi akibat kelainan struktural dan konstipasi fungsional.
Konstipasi yang dikeluhkan oleh sebagian besar pasien umumnya konstipasi fungsional
yang dihubungkan dengan adanya gangguan motilitas kolon atau anorektal. Konstipasi
kronis yaitu kostipasi yang telah berlangsung lebih dari 4 minggu. Dalam mentukan
adanya konstipasi terdapat 3 aspek yang perlu diperhatikan, yaitu frekuensi buang air
besar (b.a.b), konsistensi tinja, dan temuan pada pemeriksaan fisis. Para ahli
gastroenterologi di Eropa dan Amerika telah membuat satu kriteria untuk yang
menentukan adanya konstipasi fungsional, yang dikenal dengan kriteria Roma. Meskipun
masih terus dalam pengkajian, beberapa negara telah menggunakan kriteria tersebut
sebagai upaya menentukan adanya konstipasi fungsional. Dalam menangani anak dengan
konstipasi perlu ditekankan tentang pentingnya hubungan yang erat antara dokter,
orangtua, dan pasien. Pada dasarnya, terapi konstipasi terdiri dari dua fase, yaitu fase
pengeluaran masa tinja dan fase pemeliharaan. Catatan harian tentang b.a.b, latihan
b.a.b (toilet training), makan makanan berserat, terapi laksatif, serta pendekatan secara
psikiatri/psikologi merupakan upaya yang perlu dilaksanakan untuk memperoleh hasil
yang optimal.
| Reference Key |
endyarni2016sarikonstipasi
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Bernie Endyarni;Badriul Hegar Syarif |
| Journal | medical mycology |
| Year | 2016 |
| DOI |
10.14238/sp6.2.2004.75-80
|
| URL | |
| Keywords | Keywords not found |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.