simulasi dan analisis qos video conference melalui jaringan interworking ims - umts menggunakan opnet
Clicks: 209
ID: 248839
2017
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Emerging Content
30.0
/100
209 views
44 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
EmergingRanked #3 of 14 articles by views in cism international centre for mechanical sciences, courses and lectures
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Next Generation Network (NGN) merupakan salah satu teknologi masa depan yang memberikan layanan berupa voice, data, multimedia, dan internet yang mengacu pada konvergensi layanan berbasis IP. Sebuah teknologi yang mendukung konsep konvergensi berbasis IP adalah IP Multimedia Subsystem (IMS). UMTS merupakan salah satu teknologi bergerak seluler generasi ke tiga (3G) yang sebagian besar masyarakat gunakan karena rata-rata masyarakat sudah menggunakan gadget yang mendukung jaringan 3G. Dengan menggunakan jaringan 3G, masyarakat dapat melakukan komunikasi video conference. Video conference merupakan salah satu komunikasi jarak jauh yang bersifat real time sebagai pengganti tatap muka. Namun, layanan video conference pada jaringan IMS – UMTS perlu diketahui kelayakannya. Video conference merupakan layanan yang sensitif terhadap delay sehingga perlu dilakukan analisis QoS. Pada penelitian ini dilakukan simulasi dan analisis QoS video conference pada jaringan IMS – UMTS. Simulasi ini akan dibuat dengan menggunakan software OPNET modeler 14.5. Skenario yang digunakan adalah skenario Integrated Service (IntServ) untuk mengamati jaringan IMS dan Differentiated Service (DiffServ) untuk mengamati hubungan antara IMS dengan UMTS. Penelitian ini menggunakan jumlah user yang berbeda-beda yaitu 4 user, 8 user, dan 12 user dengan waktu simulasi yang berbeda, yaitu 100 detik, 200 detik, dan 300 detik. Dari hasil penelitian yang didapat, pada skenario Intserv dihasilkan nilai rata-rata terbesar untuk throughput adalah 26.643 Mbit/s, end-to-end delay sebesar 233.069 ms, dan jitter sebesar 0.073 ms. Untuk skenario Diffserv dihasilkan nilai rata-rata terbesar untuk throughput adalah 8.484 Mbit/s, end-to-end delay sebesar 164.138 ms, dan jitter sebesar 0.488 ms. Untuk nilai packet loss ke dua skenario menghasilkan nilai kurang dari 1%. Jika dilihat dari standar ITU-T G-114, rata-rata nilai parameter pada ke dua skenario termasuk dalam kategori baik
| Reference Key |
pranindito2017jurnalsimulasi
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Dadiek Pranindito;Petronella Pattinasarani;Eko Fajar Cahyadi |
| Journal | cism international centre for mechanical sciences, courses and lectures |
| Year | 2017 |
| DOI |
10.20895/infotel.v9i1.151
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.