faktor risiko sepsis awitan dini
Clicks: 77
ID: 242415
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Steady Performance
22.8
/100
77 views
5 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
SteadyRanked #57 of 159 articles by views in medical mycology
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 159 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Latar belakang. Insiden sepsis neonatorum masih tinggi, oleh karena itu diperlukan perhatian khusus pada
deteksi dini untuk tata laksana lebih dini.
Tujuan. Mengetahui faktor risiko potensial yang menyebabkan sepsis awitan dini.
Metode. Studi retrospektif kohort dilaksanakan pada Bagian Neonatologi RS Prof DR RD Kandou dari
bulan Januari - Juli 2009. Kriteria inklusi adalah bayi yang dilahirkan di RS Prof. R.D. Kandou yang memiliki
faktor risiko sepsis. Faktor risiko sepsis apabila terdapat dua faktor risiko mayor atau satu faktor risiko
mayor dengan dua faktor risiko minor. Diagnosis sepsis ditegakkan berdasarkan adanya gejala klinis dan
faktor risiko sepsis serta pemeriksaan laboratorium. Data dievaluasi dengan Pearson chi-square dan Fisher’s
exact test, dianalisis dengan SPSS 17. Dikatakan berhubungan signifikan antara faktor risiko dengan sepsis
bila p<0,05.
Hasil. Dari 72 kasus bayi dengan faktor risiko sepsis, 58 bayi didiagnosis sepsis. Hanya ketuban pecah dini
>18 jam yang merupakan salah satu faktor risiko mayor berhubungan signifikan dengan sepsis (p=0,002,
IK95% 1,2 4;1,59). Faktor risiko mayor lain yaitu demam intrapartum >38oC, korioamnionitis, ketuban
berbau, denyut jantung janin >160x/menit dan faktor risiko minor yang meliputi ketuban pecah dini >12
jam, demam intrapartum >37,50C, skor APGAR rendah, bayi berat lahir sangat rendah, kembar, usia kehamilan
<37 minggu, keputihan, infeksi saluran kemih tidak berhubungan dengan sepsis.
Kesimpulan. Ketuban pecah dini >18 jam berhubungan dengan sepsis awitan dini.
| Reference Key |
wilar2016sarifaktor
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Rocky Wilar;Ellen Kumalasari;Diana Yuliani Suryanto;Stefanus Gunawan |
| Journal | medical mycology |
| Year | 2016 |
| DOI |
10.14238/sp12.4.2010.265-9
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.