analisis kinerja tcp/ip untuk jaringan nirkabel bergerak 3g di surabaya
Clicks: 263
ID: 239369
2017
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Emerging Content
30.0
/100
263 views
55 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
EmergingRanked #37 of 239 articles by views in Oncogene
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 239 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Surabaya akan menerapkan Intelligent Transport System (ITS), yaitu sistem transportasi yang cerdas, di mana komunikasi data menjadi poin utama karena ITS berbasis pada internet. ITS menggunakan protokol TCP/IP. TCP mengoptimalkan pengiriman data yang akurat daripada ketepatan waktu. Sehingga terkadang menimbulkan keterlambatan yang panjang karena data akan ditransmisikan ulang atau menunggu pesan out-of-order. Keterlambatan transmisi data ini harus ditekan seminim mungkin agar kontinuitas pengiriman data tetap terjaga dengan baik. Analisis dibutuhkan untuk mengetahui seberapa lama keterlambatan dalam transmisi data dari provider seluler 3G. Pengukuran diambil dari beberapa provider seluler, sehingga dapat dibandingkan performansi dari masing-masing provider. Parameter yang dianalisis yaitu delay. Pengukuran dilakukan di dalam kendaraan bergerak (kereta api komuter) selama 7 hari, dengan setiap harinya terdapat 4 kali jadwal pemberangkatan. Dari hasil pengukuran pada 4 provider, didapatkan bahwa saat delay kurang dari 5000 ms nilai CDF pada provider A sebesar 75%, provider B dengan nilai CDF 81%, provider C dengan nilai CDF 90% dan provider D dengan nilai CDF 77%. Dari keempat provider, nilai CDF yang paling tinggi adalah provider C sebesar 90%. Sehingga dapat digunakan sebagai pertimbangan sistem komunikasi nirkabel bergerak pada penerapan Intelligent Transport System (ITS) untuk aplikasi mengetahui posisi kendaraan pada angkutan masal cepat, karena nilai delay toleransi sebesar 5 detik.
| Reference Key |
hidayati2017jurnalanalisis
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Nurul Hidayati;Suwadi Suwadi |
| Journal | Oncogene |
| Year | 2017 |
| DOI |
DOI not found
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.