kajian pengendalian longsor secara vegetatif di desa binangun kecamatan banyumas
Clicks: 214
ID: 237876
2015
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Popular Article
30.0
/100
214 views
46 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
PopularRanked #6 of 6 articles by views in experimental and molecular pathology
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Bencana alam tanah longsor dapat terjadi karena faktor alam itu sendiri dan faktor pemicu. Faktor alam erat kaitannya dengan kondisi topografi dan kondisi geologi seperti tekstur tanah, sedangkan faktor pemicunya antara lain curah hujan yang tinggi, gempa bumi, dan aktivitas manusia dalam memanfaatkan lahan pada lereng. Bencana alam tanah longsor dapat terjadi ketika pemanfaatan lahan pada lereng tidak memperhatikan karakter kawasan dan jenis vegetasi, kekeliruan pengelolaan lingkungan, dan kebijakan pemerintah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tekstur tanah dan jenis vegetasi, serta menganalisis hubungan antara ke duanya di kawasan bencana tanah longsor Desa Binangun Kecamatan Banyumas.Analisis tekstur tanah dilakukan dengan sistem klasifikasi berdasarkan persentase susunan butir. Analisis vegetasi dilakukan dengan menghitung Indeks Nilai Penting (INP). Analisis dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui hubungan antara tekstur tanah dan jenis vegetasi kawasan bencana tanah longsor di Desa Binangun Kecamatan Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekstur tanah di masing-masing stasiun 1 dan 2 adalah silt loam bertekstur halus, tidak mudah longsor, dan mempunyai kesuburan yang cukup, sehingga jenis vegetasi cukup beragam. Jenis vegetasi yang dominan yaitu Manihot esculenta (INP = 55,74) di Stasiun 1, dan Gnetum gnemon (INP = 52,70) di Stasiun 2. Pemilihan jenis vegetasi pada lereng dengan tekstur tanah di kawasan bencana tanah longsor Desa Binangun Kecamatan Banyumas, di Stasiun 1 tidak mempunyai kesesuaian dengan jenis vegetasi yang dianjurkan, sedangkan Stasiun 2 mempunyai kesesuaian. Stasiun 2 dengan tektur tanah silt loam ditanam dengan vegetasi spesies Gnetum gnemon (melinjo), Pinus mercusii (pinus), Cocos nucifera (kelapa), Durio zibethinus (durian).
| Reference Key |
azizi2015technokajian
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Amris Azizi;M. Agus Salim |
| Journal | experimental and molecular pathology |
| Year | 2015 |
| DOI |
DOI not found
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.