pengaruh obesitas terhadap respon terapi serangan asma
Clicks: 5
ID: 237303
2018
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Emerging Content
1.2
/100
5 views
3 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
EmergingRanked #116 of 159 articles by views in medical mycology
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 159 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Latar belakang. Angka kejadian asma pada anak meningkat begitu pula dengan obesitas. Anak obes dengan asma memberi efek mekanik dan keadaan inflamasi. Pasien asma dengan obesitas memerlukan lama rawat di rumah sakit, durasi pemberian albuterol
Tujuan. Mengetahui apakah obesitas sebagai faktor risiko rendahnya respon terapi pada pasien anak dengan serangan asma.
Metode. Penelusuran pustaka database elektronik, yaitu Pubmed, Cochrane Library, Highwire.
Hasil. Penelitian kasus-kontrol prospektif mendapatkan obesitas tidak berhubungan dengan respon bronkodilator (odds ratio [OR]=1,03;interval kepercayaan [IK]95%0,87-1,21). Penelitian potong lintang mendapatkan tidak ada hubungan bermakna antara obesitas dengan penggunaan albuterol maupun luaran lain. Sedangkan studi kohort prospektif menunjukkan BDR (bronchodilator response) anak lelaki berbanding lurus dengan peningkatan IMT sedangkan pada anak perempuan sebaliknya. Studi kohort retrospektif mendapatkan pasien asma dengan obesitas memerlukan lama rawat di ruang intensif dan lama rawat inap rumah sakit, durasi pemberian albuterol kontinu (6,5+3,8 vs 4,4+2,4 hari, p=0,0005) durasi terapi oksigen dan steroid intravena yang lebih panjang dibandingkan pasien dengan berat badan normal.
Kesimpulan. Sebagian hasil penelusuran menunjukkan pengaruh obesitas terhadap terapi serangan asma namun semua literatur yang ada saat ini memiliki level of evidence yang rendah. Berdasarkan bukti ilmiah yang dipaparkan di atas, belum cukup bukti untuk menyatakan obesitas sebagai faktor risiko dalam respon pemberian agonis β pada pasien anak dengan asma.
| Reference Key |
rahmawati2018saripengaruh
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Rahmawati Rahmawati;Darmawan B Setyanto |
| Journal | medical mycology |
| Year | 2018 |
| DOI |
10.14238/sp19.5.2018.295-9
|
| URL | |
| Keywords | Keywords not found |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.