pengembangan desain tekstil 3 budaya dengan tema etnik kontemporer
Article Quality & Performance Metrics
Readership in this journal
EmergingRanked #21 of 37 articles by views in indian journal of public health research and development
Bar heights use a square-root scale.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
Abstract
Kegiatan membuat celup rintang dilakukan banyak negara di dunia. Sejarah asal-usul teknik ini diperkirakan berasal dari Asia dan berkembang ke wilayah India, bersambung ke wilayah Malaysia. Diperkirakan penyebaran kain ini juga melalui Jalur Sutera. Teknik celup rintang mempunyai beberapa teknik pengerjaan, tetapi masih dalam prinsip yang sama, yaitu merintangi zat warna yang masuk ke beberapa bagian kain. Di antaranya adalah celup ikat atau tie dye, Sitched Resist, Wax Resist. Teknik Pleats merupakan bagian kecil dari sejarah kostum pakaian, pada jaman Mesir kuno pleats telah hadir dengan sebutan “Pleated Kalasiris”. Memadukan kedua teknik ini merupakan perpaduan antara budaya barat dan timur, tradisional dan modern, dengan konsep etnik kontemporer.
Kata kunci: Celup Rintang, Pleats, Pleated Kalasiris, Tie Dye, Stitched Resist, Wax Resist
| Reference Key |
kartika2016dinamikapengembangan
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Isti Kartika |
| Journal | indian journal of public health research and development |
| Year | 2016 |
| DOI |
10.22322/dkb.v27i1.1129
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.