pengaruh milling time terhadap pembentukan fasa γ-mgal hasil mechanical alloying
Article Quality & Performance Metrics
Abstract
Paduan berbasis magnesium (Mg) merupakan salah satu paduan yang banyak sekali manfaatnya dalam dunia industri. Salah satu manfaatnya dapat digunakan sebagai Hydrogen Storage Material. Baru-baru ini peneliti mengembangkan paduan berbasis magnesium sebagai metal hydride, salah satunya adalah paduan magnesium dengan aluminium (Mg-Al). Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah mechanical alloying. Alat yang digunakan adalah Modification Horizontal Ball Mill. Alat ini dibuat dengan menggunakan prinsip rotasi secara horizontal untuk proses milling-nya. Paduan Mg-Al dengan komposisi Mg-42 at.% Al disintesa melalui proses milling dengan variasi waktu 2, 5, 10, dan 20 jam. Serbuk hasil milling disintering dengan temperatur 600oC dengan holding time selama 2 jam. Pengujian dilakukan dengan menggunakan BET, XRD, SEM-EDX, dan DSC/TGA. Hasil penelitian menunjukan bahwa paduan γ-Mg17Al12 telah terbentuk pada pemanasan dengan temperatur 600oC. Hasil XRD juga menunjukan bahwa paduan membentuk solid solution Mg-Al, dimana hal ini diperlihatkan oleh puncak Al yang mengalami pelebaran akibat terlarutnya unsur Mg ke dalam Al begitu juga sebaliknya. Hasil DSC/TGA memperlihatkan reaksi pembentukan paduan γ-Mg17Al12 terjadi pada temperatur 475,33oC.
| Reference Key |
pangesthiaji2013jurnalpengaruh
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Ganive Pangesthiaji;Hariyati Purwaningsih |
| Journal | Oncogene |
| Year | 2013 |
| DOI |
DOI not found
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.