profil strategi pemasaran internasional di era global

Clicks: 5
ID: 233937
2006
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Popular

Ranked #39 of 39 articles by views in information

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Memasuki era tahun 2006 sebagai era pemulihan struktur kehidupan ekonomi setelah sekian tahun dilanda krisis ekonomi dan adanya kenaikan BBM.  Namun kenyataan yang ada asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 6 % tampaknya masih terlalu berat. Sumber pendapatan negara dari sektor non pajak masih kecil, kita lebih pas sebagai negara pengimpor dari pada pengekspor. Kita lebih banyak bertindak sebagai tujuan pasar dari pada produsen atau suplier barang. Kenyataan ini tidak bisa kita pungkiri sebagai akibat dari berlakunya pasar global. Kita lebih banyak terlena dan terlalu puas dengan kondisi produk yang dihasilkan, tanpa berpikir panjang bahwa sautu saat nanti ada produk barang yang sama bahkan lebih bagus dengan harga lebih murah. Kondisi inilah yang memaksa kita untuk mereviu kembali strategi pemasaran internasional kita, apakah sudah menyesuaikan dan menjawab tantangan global. Tampaknya masih banyak kebijakan-kebijakan yang harus diambil dalam hal ini terutama bagaimana kita mempunyai daya saing tinggi dengan mempunyai produk unggulan dimasing-masing otonomi daerah. Salah satu bentuk riilnya yaitu dengan menelusuri tiga macam strategic resources . Pertama kita harus membenahi aspek tangible resources yang meliputi : karyawan atau SDM, pelanggan, kapasitas, dana dan produk. Kedua menyangkut tentang intangible resources yang meliputi : ketrampilan karyawan, mutu pelanggan, efisiensi biaya produksi dan mutu produk. Ketiga aspek very intangible resources yang meliputi : moral karywan, reputasi dimata pelanggan dan reputasi dimata investor. Selain cara ini bisa juga dengan model  “Satu Kabupaten Satu Kompetensi Inti” (Saka-Sakti) dimana model ini sejalan dengan kebijakan otonomi daerah, saka yang berarti tiang atau tonggak dan sakti yang berarti keampuhan, kekuatan atau ilmu. Jadi tonggak keampuhan atau tonggak kekuatan andalan yang dimiliki oleh setiap kabupaten di Indonesia guna membangun kompetensi inti agar bisa bersaing di pasar global.
Reference Key
munir2006jurnalprofil Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Moh Munir
Journal information
Year 2006
DOI
10.21067/jem.v1i3.903
URL
Keywords Keywords not found

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.