kajian filosofis terhadap pemikiran human- ekologi dalam pemanfaatan sumberdaya alam (philosophical studies of human ecology thinking on natual resource use)

Clicks: 205
ID: 228870
2013
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Popular

Ranked #59 of 144 articles by views in journal of alloys and compounds

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 144 in total.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
ABSTRAK Penelitian inibertujuan untuk memberikan alternatif solusi terhadap upaya mengurangi dampak kerusakan lingkungan akibat ekploitasi sumberdaya alam yang dilakukan manusia melalui proses pembangunan dengan pendekatan filosofi apakah hakikat dan esensi dari manusiadan bagaimana kedudukannya di alam semesta ini? Apa yang harus dilakukan manusia untuk menjaga dan mengembangkan kehidupan diri dan lingkungannya?Penelitian merupakan penelitian kepustakaan yang bersifat kualitatif. Metoda yang digunakan adalah  verstehen,interpretasi,  hermeneutika dan heuristik. Hasil  penelitian menunjukkan bahwaproses pembangunan dan upaya manusia dalam melakukan eksploitasi sumberdaya alam yang tidak rasional dan hanya mementingkan “syahwat” keserakahan dan kenikmatan (hedonisme) telah memberi andil yang cukup penting dalam membentuk selera konsumtifisme. Eksploitasi sumberdaya alam berdasarkan pandangan yang individualistik-materialistik, telah menyebabkan timbulnya konflik-konflik yang berakibat pada korban manusia dan kerusakan lingkungan serta menciptakan jurang pemisah antara kesejahteraan dan kemiskinan. Oleh karena itu, dalam pembangunan diperlukan kerangka pemikiran yang bersifat antro-ekologis-filsafati (human ecology). Karena dengan kerangka pemikiran atau paradigma tersebut berbagai dimensi dapat terangkum di dalameksistensi manusia dan eksistensi lain menurut ukuran kemanusiandi dalam dirinya. Dengan demikian,apa yang dikatakan pembangunan yang berwajah insani dan lestari lingkungannya dalam pertimbangan dimensi waktu, manusia, alam serta dimensi religius dapat terbawa. Analisa dampak lingkungan dalam perencanaan pembangunan tidak cukup hanya dengan mempertimbangkan aspek teknis seperti analisa kerusakan, pencemaran dan kelestarian lingkungan, akan tetapi aspek non-teknis, yakni nilai etis yang didasarkan pada kearifan manusia dan kearifan lokal juga penting diperhatikan,agar tidak terjadi penolakan-penolakan dan konflik antarunsur ekologi dalam suatu ekosistem,sehingga terjadi interaksi yang harmoni dan seimbang antara pemanfaatan dan pemeliharaan sumberdaya alam dalam pembangunan.   ABSTRACT This research aims to give alternative solution in reducing environmental damage as the result of human exploitation on natural resource in development process. The approach in use is philosophical approach to understand the fact and essence of human role in the universe. What human must do to maintenance and keep himself and his environment? This research is a qualitative bibliographical research. The method in use is versetehen, interpretation, hermeneutic and heuristic. The result shows the development process and human effort in exploiting natural resource is irrational and full of greediness and also hedonism. This result has important role to create consumptiveness. Natural resource base on individualistic-materialistic perspective has created various conflicts with human toll and environmental damage. It also created segregation between wealth and poverty. Therefore, development need critical framework with anthro-ecology-philosophy (human ecology). This critical framework or paradigm could resume various dimensions in human existence or another existence with human measurement. Thus, humanist development and environmental maintenance with time dimension, human, nature and religious dimension measurement are included. Environmental effect analysis in development planning not only base on technical aspect such as damage analysis, pollution and environmental maintenance but also non-technical aspects, namely ethical values base on human and local wisdom. Those attentive aspects are mentioned to avoid rejections and conflicts between ecological elements in an ecosystem to create harmonic interaction and balance between use and natural resource maintenance in development.
Reference Key
armawi2013jurnalkajian Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Armaidy Armawi
Journal journal of alloys and compounds
Year 2013
DOI
10.22146/jml.18474
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.