analisis pengaruh parameter operasional dan penggunaan stabilizer terhadap perilaku arah belok mobil toyota fortuner 4.0 v6 sr (at 4x4)

Clicks: 132
ID: 226875
2017
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Emerging

Ranked #145 of 239 articles by views in Oncogene

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 239 in total.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract

Salah satu tipe mobil yang diminati oleh masyarakat Indonesia yaitu Toyota Fortuner yang termasuk dalam kelas mobil SUV (sport utility vehicle). Dalam pengoperasiannya mobil SUV harus mampu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengendaranya. Salah satu faktor penunjang dari segi keamanan mobil ini yaitu perilaku arah beloknya. Dengan harga jual yang relatif tinggi di Indonesia, diharapkan mobil ini dapat memberikan perilaku arah belok yang baik. Terdapat dua tahapan dalam peneltian ini yaitu tahap analisis dan uji jalan pada radius belok tetap, 10 meter. Pada tahap analisis dilakukan perhitungan berdasarkan analisa slip, skid, dan guling untuk mengetahui perilaku arah belok mobil dengan variasi pada parameter operasionalnya yaitu: jumlah penumpang, kecepatan, sudut belok, kondisi permukaan jalan, dan tekanan ban. Selain itu, analisis pengaruh penggunaaan stabilizer terhadap perilaku arah belok mobil juga dilakukan. Uji jalan dilakukan untuk mengetahui Koefisien Understeer (KUS) dari mobil tersebut pada jalan aspal dan tanah dengan kondisi mobil tanpa dan menggunakan stabilizer. Hasil yang didapatkan dari uji jalan akan dibandingkan dengan hasil dari analisis perhitungan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mobil Toyota Fortuner mengalami kondisi belok paling baik ketika dinaiki oleh 2 orang penumpang dengan tekanan ban sebesar 35 Psi dan melintas pada jalan aspal karena kendaraan lebih sedikit mengalami oversteer dan memiliki (KUS) positif terkecil serta tidak mudah mengalami skid. Penggunaan stabilizer pada mobil Toyota Fortuner tidak berpengaruh terhadap perilaku arah beloknya karena KUS yang dihasilkan pada uji jalan nilainya hampir sama yaitu 1,8045 dan 1,8115 pada jalan aspal serta 2,151 dan 2,1641 pada jalan tanah. Namun, penggunaan stabilizer bermanfaat untuk memperkecil sudut guling ketika mobil berbelok.

Reference Key
andriansyah2017jurnalanalisis Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Deva Andriansyah;I Nyoman Sutantra
Journal Oncogene
Year 2017
DOI
DOI not found
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.