perubahan strong ion difference pasca resusitasi cairan antara ringer laktat dan normal salin pada anak dengan syok
Clicks: 8
ID: 225640
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Steady Performance
2.1
/100
8 views
3 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
SteadyRanked #100 of 159 articles by views in medical mycology
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 159 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Latar belakang. Pemberian cairan resusitasi pada syok akan memengaruhi status asam basa tubuh melalui pengaruhnya terhadap
strong ion difference (SID) berdasarkan teori Stewart. Normal salin (NS) dan ringer laktat sering digunakan sebagai cairan resusitasi
namun terdapat kekhawatiran bahwa penggunaan NS dapat menyebabkan asidosis hiperkloremik dan masalah ini belum banyak
diteliti pada anak.
Tujuan. Membandingkan perubahan SID dan pH plasma setelah pemberian cairan RL dan NS pada syok.
Metode. Dilakukan uji klinik terbuka acak terkontrol di UPIA RSMH bulan Juli 2014 sampai Maret 2015. Randomisasi blok
dilakukan pada 44 subjek penelitian rentang usia 2 bulan sampai 14 tahun.
Hasil. Terdapat 23 subjek pada kelompok RL dan 21 pada kelompok NS. Pada kelompok RL, rerata SID dan pH setelah resusitasi
tidak mengalami perubahan bermakna (SID 32,96±5,26 menjadi 32,32±6,34 mEq/L, p=0,089; pH 7,40 menjadi 7,42 dengan
p=0,346). Pada kelompok NS (SID 34,44±8,1 menjadi 32,4±7,24 mEq/L, p=0,354; pH 7,290 menjadi 7,345 dengan p=0,434).
Antara kelompok RL dan NS, tidak ditemukan perbedaan bermakna dalam rerata selisih SID (SID RL -1,22 mEq/L dan NS
-1,97 mEq/L dengan p=0,177) dan pH (pH RL 0,013±0,088 dan NS 0,032±0,11 dengan p=0,534). Ditemukan penurunan
bermakna kadar kalium pada kelompok NS setelah resusitasi (4,32±1,05 menjadi 3,73 ± 1,06 mEq/L, p=0,032).
Kesimpulan. Resusitasi cairan dengan RL dan NS memberikan perubahan SID dan pH yang tidak berbeda pada kasus syok anak
di unit perawatan intensif anak.
| Reference Key |
amuntiarini2016sariperubahan
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Yuli Amuntiarini;Silvia Triratna;rfanuddin rfanuddin |
| Journal | medical mycology |
| Year | 2016 |
| DOI |
10.14238/sp17.3.2015.222-8
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.