protesa maksilofasial dengan hollow bulb paska hemimaxillectomy pada kasus kehilangan seluruh gigi rahang atas
Clicks: 175
ID: 224411
2010
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Star Article
30.0
/100
175 views
25 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
StarRanked #21 of 40 articles by views in psychopharmacology
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Pasien paska hemimaxillectomy menimbulkan adanya defect yang menyebabkan gangguan fungsi bicara, penelanan, pengunyahan, estetik serta kejiwaan penderita dan dapat menimbulkan masalah pada rehabilitasinya. Setelah dilakukan hemimaxillectomy, pasien perlu memakai protesa maksilofasial paska bedah dan protesa maksilofasial dengan hollow bulb. Tujuan penulisan laporan ini untuk menginformasikan bahwa defect palatum paska hemimaxillectomy pada kasus kehilangan seluruh gigi rahang atas dapat dibuatkan suatu protesa maksilofasial dengan hollow bulb untuk mengembalikan fungsi bicara, penelanan, pengunyahan dan estetik. Pasien laki-Iaki berusia 68 tahun datang ke RSGM atas rujukan dari R.S.Dr. Sardjito. Saat datang pasien merasa terganggu dengan adanya pembengkakan dan defect pada palatum. Kemudian dilakukan pemeriksaan subyektif, obyektif dan radiografi. Operasi hemimaxillectomy dilakukan oleh dokter THT R.S Sardjito. Obturator paska bedah dipasang segera setelah operasi. Kemudian dibuatkan protesa maksilofasial dengan hollow bulb setelah 2 minggu paska hemimaxillectomy. Pada rahang bawah dibuatkan gigi tiruan sebagian lepasan resin akrilik. Pada waktu insersi diperiksa retensi, stabilisasi, oklusi, estetik dan pengucapan. Kontrol dilakukan 1 minggu dan 1 bulan setelah pemakaian. Hasil pemakaian protesa maksilofasial retensi, stabilisasi, oklusi, estetik dan pengucapan baik. Kesimpulan laporan kasus ini adalah protesa maksilofasial dengan hollow bulb paska hemimaxillectomy pada kasus kehilangan seluruh gigi rahang atas merupakan alat rehabilitasi yang harus segera dibuat sehingga pasien dapat hidup normal, mengembalikan fungsi bicara, fungsi pengunyahan, penelanan, estetik dan kejiwaan penderita.
| Reference Key |
in2010majalahprotesa
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Fei In;Endang Wahyuningtyas |
| Journal | psychopharmacology |
| Year | 2010 |
| DOI |
10.22146/majkedgiind.16020
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.