hubungan antara skor apgar dengan kadar glukosa darah pada bayi baru lahir
Clicks: 5
ID: 223398
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Steady Performance
1.2
/100
5 views
4 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
SteadyRanked #117 of 159 articles by views in medical mycology
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 159 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Latar belakang. Kadar glukosa harus dipertahankan antara 75-100 mg/dL sebagai substrat yang adekuat
bagi otak. Kadar yang terlalu tinggi dapat menyebabkan peningkatan laktat di otak sehingga akan merusak
integritas otak, peningkatan edema, dan mengganggu autoregulasi vaskular. Kadar yang rendah akan
menyebabkan eksitotoksik asam amino sehingga akan memperluas infark. Hipoglikemia dapat disebabkan
oleh berkurangnya kadar glukosa karena pelepasan katekolamin atau karena hiperinsulinisme yang sering
dijumpai pada bayi yang menderita asfiksia.
Tujuan. Menilai hubungan antara skor Apgar dengan kadar glukosa darah pada bayi baru lahir cukup bulan
dan kurang bulan.
Metode. Penelitian potong lintang dilakukan pada bayi baru lahir cukup bulan dan kurang bulan antara bulan,
Februari – Juli 2006, di Rumah Sakit Pirngadi Medan. Data jenis kelamin, berat badan, panjang badan, skor
Apgar menit pertama dan kelima, suhu rektal, pemeriksaan hemogram darah dan pemeriksaan kadar glukosa
darah pada hari pertama dilahirkan dicatat, dari ibu diambil data maternal berupa umur, berat badan, jumlah
paritas, umur kehamilan, dan tekanan darah. Data disajikan secara deskriptif. Hubungan skor Apgar dengan
kadar glukosa darah dihitung menggunakan statistik Pearson Chi-square, bermakna apabila nilai p<0,05.
Hasil. Terdapat 32 bayi kurang bulan terdiri dari 17 laki-laki, 15 perempuan dan 32 bayi cukup bulan terdiri dari
15 laki, 17 perempuan. Skor Apgar menit pertama rerata (6,7±0,8) pada kelompok kurang bulan dan (7,1±1,6)
pada kelompok cukup bulan. Skor Apgar menit kelima rerata (8,1±0,7) pada kelompok kurang bulan, (8,6±1,2)
pada kelompok cukup bulan dan rerata kadar glukosa darah masing-masing (87,6±22,4) mg/dL pada bayi cukup
bulan, dan (99,2±30,3) pada bayi kurang bulan. Terdapat hubungan terbalik yang sangat lemah antara skor Apgar
dengan kadar glukosa darah pada bayi yang cukup bulan dan kurang bulan dengan p=0,001.
Kesimpulan. Terdapat hubungan terbalik yang sangat lemah antara skor Apgar dengan kadar glukosa darah
bayi baru lahir cukup bulan dan kurang bulan.
| Reference Key |
azlin2016sarihubungan
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Emil Azlin |
| Journal | medical mycology |
| Year | 2016 |
| DOI |
10.14238/sp13.3.2011.174-8
|
| URL | |
| Keywords | Keywords not found |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.