pengaruh pemberian madu pada diare akut
Clicks: 12
ID: 223181
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Steady Performance
3.3
/100
12 views
4 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
SteadyRanked #93 of 159 articles by views in medical mycology
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 159 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Latar belakang. Diare masih merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, tahun 2003 angka kesakitan
diare meningkat menjadi 374 per 1.000 penduduk dan episode pada balita 1,08 kali per tahun, meningkat
dibandingkan tahun 1996. Hasil studi laboratorium dan uji klinis, madu murni memiliki aktivitas bakterisidal
yang dapat melawan beberapa organisme enteropathogenic.
Tujuan. Menilai dan membuktikan bahwa pemberian madu pada pasien diare akut akan mengurangi
frekuensi diare, lama rawat, dan meningkatkan berat badan
Metode. Randomized controlled trial tersamar tunggal pada 70 subyek diare akut dengan diare ringan sedang,
yang dibagi menjadi 2 kelompok: kelompok suplementasi madu dan kontrol.
Hasil. Perbedaan frekuensi diare antara 2 kelompok terjadi pada hari ke-2 (IK95% -2,87;-0,22), hari ke-4
(IK95% -1,52;-0,08) dan hari ke-5 (IK95% -0,99;-0,04), p<0,05. Rerata lama rawat diare cair akut pada
kelompok suplementasi madu 59,46 jam (±3,89), kelompok kontrol 71,20 jam (±3,89) dengan nilai p=0,036
(IK95% -22,71;-0,77). Perawatan hari ke 3 kelompok suplementasi madu mengalami kesembuhan 50%,
kelompok kontrol 25%. Proporsi kenaikan berat badan pada kelompok suplementasi 82,9% sedangkan
kelompok kontrol 80% dengan nilai p=0,947.
Kesimpulan. Pemberian madu terbukti menurunkan frekuensi diare pada hari ke 2, 4, dan 5, memperpendek
lama perawatan serta kesembuhan 50% yang terjadi di hari ke-3.Tidak terdapat perbedaan kenaikan berat
badan pada kedua kelompok.
Abstract Quality Issue:
This abstract appears to be incomplete or contains metadata (114 words).
Try re-searching for a better abstract.
| Reference Key |
cholid2016saripengaruh
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Sofyan Cholid;Budi Santosa;Suhartono Suhartono |
| Journal | medical mycology |
| Year | 2016 |
| DOI |
10.14238/sp12.5.2011.289-95
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.