strategies to enhance growth of weaned bali (bos sondaicus) calves of small-holders in donggala district, central sulawesi

Clicks: 3
ID: 219234
2008
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Steady

Ranked #44 of 45 articles by views in journal of advanced transportation

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sebuah strategi pemberian suplemen pakan untuk meningkatkan pertumbuhan sapi Bali yang disapih pada umur 6-12 bulan di wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah dan menganalisis kelayakan ekonomi serta sikap petani terhadap strategi penyapihan dini dan pemberian suplemen tersebut. Penelitian dilakukan di dua desa, yakni Desa Lembah Mukti (kontrol) dan Desa Malonas (desa perlakuan). Jumlah anak sapi Bali yang digunakan di masing-masing desa adalah 20 ekor, berumur sekitar 6 bulan dengan berat badan awal 83,1 ± 2,6 kg (Lembah Mukti) dan 85,4 ± 2,6 kg (Malonas).  Ternak di Malonas yang sebelumnya belum disapih, mulai dipisahkan dari induknya minimal 3 minggu sebelum penelitian.  Ternak tersebut diberi perlakuan suplemen campuran dedak padi:bungkil kelapa (50:50) setiap pagi oleh peternak sebanyak 1% dari bobot badan (berdasar bahan kering), sebelum ternak tersebut dilepaskan untuk merumput seperti biasa.  Bobot badan ternak penelitian di kedua desa ditimbang sekali sebulan selama 6 bulan, dan perbedaan pertambahan bobot badan ternak antara kedua desa ditentukan dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternak yang mendapatkan pakan suplemen mempunyai tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi (P<0,5) dibandingkan dengan ternak kontrol yang tidak diberi suplemen (0,424 vs 0,286 kg/h). Tidak ada perbedaan nyata dalam pertumbuhan antara anak sapi Bali jantan dan betina pada umur 6-12 bulan. Pemberian pakan suplemen memberikan tambahan pendapatan kepada peternak sebesar Rp 2.800/ekor/h. Sebanyak 73% dari petani yang diwawancarai berkeinginan untuk menerapkan strategi penyapihan dini dan pemberian suplemen tersebut. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan anak sapi Bali di wilayah pedesaan dapat ditingkatkan melalui penyapihan dini pada umur 6 bulan yang disertai dengan pemberian suplemen campuran dedak padi:bungki kelapa. (Animal Production 10(3): 135-139 (2008)   Key  Words: Bali calves, growth, early weaning, rice bran, copra meal, Donggala
Reference Key
damry2008animalstrategies Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Damry Damry;Marsetyo Marsetyo;SP Quigley;DP Poppi
Journal journal of advanced transportation
Year 2008
DOI
DOI not found
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.