penerapan model upaya penurunan unmet need melalui intervensi langsung terhadap masyarakat dan provider di provinsi bali

Clicks: 130
ID: 218399
2012
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Steady

Ranked #17 of 20 articles by views in ps - political science and politics

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Fenomena unmet need di Propinsi Bali masih relatif tinggi, meskipun masih lebih rendah daripada angka nasional. Dari data hasil SDKI tahun 2002-2003 unmet need di Provinsi Bali relatif tinggi yaitu sekitar 6,9 persen dari pasangan usia subur. Mengingat demikian pentingnya fenomena unmet need di Propinsi ini, maka sudah dilakukan pengkajian pada tahap pertama yaitu pada tahun 2004 untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang diperkirakan berpengaruh terhadap fenomena unmet need tersebut. Setelah dapat diidentifikasi faktor-faktor tersebut maka pada tahun 2005 dilakukan intervensi yang berupa: (1) sosialisasi; (2) pelayanan pemasangan alat kontrasepsi untuk menurunkan secara langsung persentase unmet need, serta (3) evaluasi terhadap kepuasan PUS yang tergolong unmet need yang telah bersedia menggunakan kontrasepsi setelah beberapa waktu dari saat pemasangan dilakukan. Beberapa temuan spesifik dari hasil intervensi yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya antara lain diuraikan sebagai berikut. Beberapa alasan PUS unmet need bersedia menggunakan kontrasepsi setelah intervensi dilakukan berkaitan dengan faktor internal program maupun faktor eksternal. Dari hasil intervensi yang telah dilakukan pada tahun 2005, tahun 2006 terdapat 2 kelompok target/sasaran yaitu: (1) kelompok PUS yang tergolong unmet need yang tetap tidak bersedia menggunakan kontrasepsi meskipun telah dilakukan intervensi; (2) kelompok PUS tergolong unmet need yang telah bersedia menggunakan kontrasepsi setelah dilakukan intervensi. Dari kegiatan intervensi yang telah dilakukan melalui penerapan model ?Optimalisasi Peran Provider?, dapat disimpulkan bahwa kegiatan tersebut dinilai sangat berhasil dalam menurunkan proporsi unmet need.
Reference Key
marhaeni2012piramidapenerapan Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;A.A.I.N Marhaeni
Journal ps - political science and politics
Year 2012
DOI
DOI not found
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.