pemanfaatan umbi ganyong sebagai bahan bakar alternatif bioetanol

Clicks: 31
ID: 218261
2012
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Emerging

Ranked #11 of 13 articles by views in jurnal teknologi dan sistem informasi

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Abstrak : Pengembangan energi merupakan hal yang mendesak untuk zaman sekarang ini. Salah satu sumber energi alternatif yang potensial yaitu umbi ganyong yang dapat diolah sebagai bahan bakar bioetanol. Bioetanol merupakan bahan bakar pengganti bensin yang dapat diolah dari bahan tumbuh – tumbuhan. Umbi ganyong cukup baik karena kandungan patinya cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan umbi ganyong menjadi bioetanol pada proses penyulingan dengan kapasitas bioetanol yang dihasilkan dari umbi ganyong yang yang digunakan. Proses pengolahan umbi gayong dilakukan mulai dari pencucian, lalu umbi gayong digiling atau di parut menjadi bubur tepung, kemudian diperas dan menghasilka pati. Selanjutnya pati ditambah air lalu direbus (proses liquifikasi) kemudian dilanjutkan proses sakarifikasi. Setelah itu dikasih ragi untuk proses fermentasi. Lalu proses akhir pada penyulingan dengan destilasi untuk mendapatkan minyak bioetanol. Dari umbi ganyong sebanyak 45 kg menghasilkan pati 8,3 kg, pati tersebut ditambah air sebanyak 27 liter, sehingga menjadi 35,3 liter. Selanjutnya pati direbus untuk proses liquifikasi selama 30 menit dengan suhu 105 °C dan dilanjutkan proses sakarifikasi selama 75 menit dengan suhu 95 °C. Setelah selesai turunkan suhu hingga 40 °C dan ditambahkan ragi untuk difermentasi selama 7 hari. Proses penyulingan (distilasi) dengan suhu 78 °C. Hasil dari penyulingan mendapatkan bioetanol sebanyak 3,15 liter. Kata Kunci : Ganyong, energi, bioetanol
Reference Key
ridhuan2012turbo:pemanfaatan Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Kemas Ridhuan;Ahmad Sukamto
Journal jurnal teknologi dan sistem informasi
Year 2012
DOI
10.24127/trb.v1i2.649
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.