tanggapan narapidana lembaga pemasyarakatan kota madiun pada sanksi hukum pidana islam terhadap sikap taubatan nashuha
Clicks: 202
ID: 217839
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Steady Performance
30.5
/100
202 views
39 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
SteadyRanked #3 of 14 articles by views in international security
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Tiap hari masyarakat Indonesia disuguhi berita tentang tindak pidana
pelanggaran Hak Syar’i Manusia (Hak Asasi Manusia), terutama pembunuhan,
pencurian, perampokan dan pelakunya sebagaian besar warga negara Indonesia
sendiri. Padahal warga negara Indonesia sebagain besar beriman Islam dan
dibawah naungan falsaah Pancasila. Idealnya warga negara Indonesia selain taat
pada ulil amri juga taat pada Allah sehingga warga negara Indonesia akan menjadi
manusia yang mampu bersikap untuk mengakui, menghormati dan melindungi
hak hidup dan hak memiliki harta orang lain. Tapi dalam kenyataannya warga
negara Indonesia masih ada yang melakukan tindak kejahatan dan tidak jera walau
pelakunya telah diberi sanksi pidana, bahkan yang belum pernah melakukan
tindak kejahatan menambah jumlah pelaku tindak pidana.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tanggapan
narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kota Madiun pada sanksi hukum pidana
Islam dengan sikap taubatan nashuha. Metode penelitian yang digunakan adalah
Ex-post-facto. Populasi dalam penelitian ini adalah narapidana pelanggar Hak
Syar’i Manusia (Hak Asasi manusia) sebanyak 17 orang. Angket penelitian
disebarkan kepada subjek penelitian, yaitu narapidana pencurian dan perampokan
di Lembaga Pemasyarakatan Kota Madiun. Subjek penelitian dipilih secara
purposive, yaitu dengan cara memilih subjek berdasarkan pada putusan hukum
pidana yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim.
Berdasarkan analisis data dengan menggunakan analisis Spearman diketahui
bahwa terdapat hubungan antara tanggapan narapidana Lembaga Pemasyarakatan
Kota Madiun pada sanksi hukum pidana Islam dengan sikap taubatan nashuha.
Kegiatan pembinaan mental yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1
Kota Madiun melalui kegiatan keagamaan, yaitu berupa pengajian, baca Alqur’an,
baca Yasin dan Tahlil dapat membantu narapidana untuk mengembangkan
tanggapan yang positif terhadap sanksi hukuman yang dijatuhkan kepadanya,
sehingga narapidana terdorong untuk memiliki sikap taubatan nashuha.
Narapidana merasa jera dan mampu mengembangkan suatu perasaan, keyakinan
dan perbuatan untuk berpindah dari perbuatan buruk ke perbuatan baik yang terus
menerus dan istiqomah. Jika hal ini dapat dilakukan secara istiqomah oleh
narapidana, maka setelah dinyatakan bebas, individu yang bersangkutan akan
mampu menjalani kehidupan bermasyarakat yang sehat dan terhindar dari tindak
kriminal di kemudian hari.
| Reference Key |
muhayati2016counsellia:tanggapan
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Siti Muhayati;Tyas Martika Anggriana;Imam Setyo Nugroho;Aris Indra Setiawan;Ikhda Putri Nur Islamiati |
| Journal | international security |
| Year | 2016 |
| DOI |
DOI not found
|
| URL | |
| Keywords | Keywords not found |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.