sistem pengelolaan wilayah pantai berdasarkan tingkat kerawanan bencana marin di pantai utara jawa tengah

Clicks: 69
ID: 217757
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Emerging

Ranked #19 of 41 articles by views in international journal of forestry research

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
ABSTRAK Penelitian yang dilaksanakan di wilayah pantai utara Tawa Tengah bertujuan (1) menemutunjukkan dan memetakan wilayah-wilayah pantai yang mengalami erosi, abrasi, sedimentasi, intrusi air asin, dan tsunami, (2) menaksir tingkat kerawanan bencana marin, dan (3) menyusun cara-cara pengelolaan wilayah pantai. Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan bentuklahan dan posisinya terhadap garis pantai. Hasil yang diperoleh menunjukkan, bahwa erosi pantai terjadi pada satuan bentuklahan M3 (kompleks beting gisik dan swale), M4 (teras pantai terumbu), dan M6 (rataan pasut dan mangrove); abrasi terjadi pada DI (lerengkaki perbukitan); sedimentasi dan intrusi air asin terjadi pada MI (delta cuspate), M2 (delta kakiburung), M3, dan M6. Tingkat kerawanan I (sangat rawan) terjadi bada satuan bentuklahan M3, M4, M6, dan Dl; tingkat kerawanan (rowan) terjadi pada MI, M3, dan M6; tingkat kerawanan III (agak rawan) terjadi pada DI, M6, F2 (daiaran aluvial) dan M2; serta tingle-at kerawanan N (tidak rawan) terjadi pada M2, M3, M5 (gisik saku), V3 (kipas aluvial gunungapi), dan V4 (lerengkaki gunungapi). Cara pengelolaan wilayah pantai Ml, M2, dan M6 dilakukan dengan penanaman jenis api-api dan bakau, pada M3 dengan penanaman jenis tapak kaki kambing, pada F2 dilakukan pembuatan imbuhan buatan, pada M2 dilakukan pembuatan tambak sistem surjan dengan tanaman melati pada punggungan dan ikan pada ledokan, pada M4 dengan pembiakan terumbu karang, terutama karang cabang, serta pada D1 dengan peletakan bongkah-bongkah batu dan pembiakan terumbu karang.
Reference Key
sunarto2016majalahsistem Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Sunarto Sunarto
Journal international journal of forestry research
Year 2016
DOI
10.22146/mgi.13250
URL
Keywords Keywords not found

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.