penggunaan immuno chromatographic test (ict now ®) sebagai perangkat diagnosis malaria di kabupaten purworejo

Clicks: 3
ID: 213616
2012
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Steady

Ranked #62 of 70 articles by views in scientia marina

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract

Dalam 5 tahun terakhir telah banyak dikembangkan cara diagnosis cepat (rapid diagnosis test) malaria, sebagai diagnosis alternatif yang ada saat ini. Pada umumnya perangkat diagnosis ini dapat dipakai untuk membedakan antara infeksi Plasmodium falciparum dan bukan falciparum, tetapi tidak dapat untuk membedakan P.vivax atau P.ovale dan P.malariae. Uji validitas dari beberapa merek dagang yang beredar secara komersial, pada umumnya menunjukkan sensitifitas dan spesifisitas tinggi (>90%). Untuk mengetahui efektifitas RDT di Puskesmas di daerah hipo dan meso endemis malaria, telah dilakukan penelitian di Kabupaten Purworejo pada tahun 2001 dan 2003. Sebagai perangkat diagnosis di daerah meso endemis validitas untuk diagnosis malaria vivax kurang baik, akan tetapi dengan penapisan klinis yang ketat, penggunaan di daerah hipo endemis menunjukkan validitas yang lebih baik. Di daerah meso endemis kesepakatan hasil ICT dengan baku emas (gold standard) menunjukkan nilai kappa kurang dari 0,4 (kurang), dengan sensitifitas kurang dari 30% dan spesifisitas di atas 95% (P<0,001). Dengan penapisan klinis yang ketal di daerah hipo endemis kesepakatan yang ditunjukkan baik (kappa 0,74), sensitifitas dan spesifisitas 63,1% dan 100% dengan NDP = 100%; (P<0,001). Sebagai perangkat diagnosis malaria falciparum di daerah hipo maupun meso endemis menunjukkan kesepakatan yang baik (nilai kappa lebih dari 0,60). Sensitifitas dan spesifisitas di daerah hipo endemis adalah Se = 89,4%; Sp = 98,4% dengan NDP=-89,4%; P<0,001, di daerah meso endemis adalah Se > 70%; Sp > 90% dengan NDP >85% P<0,001. Biaya operasional diagnosis sebesar Rp 367.058,- dan sebesar Rp 340.872,34 untuk setiap penderita, masing-masing untuk daerah hipo dan meso endemis, biaya ini lebih murah ±60%  dibandingkan dengan pemeriksaan mikroskopis. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa di daerah hipo endemis ICT reliabel, valid dan cost effective untuk diagnosis malaria vivax maupun falciparum, untuk daerah meso endemis ICT mempunyai reliabilitas, validitas dan cost effectiveness yang haik untuk malaria falciparum. Sehingga dapat disarankan ICT dapat dipakai sebagai perangkat diagnosis di Puskesmas di daerah hipo - meso endemis, terutama apabila tidak tersedia fasilitas mikroskopis, kemampuan mikroskopis rendah, dan untuk daerah sulit dijangkau, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: perlunya didahului dengan penapisan klinis yang lebih akurat (mengembangkan algoritma klinis spesifik lokal), riwayat sakit penderita dan riwayat minum obat serta perlu mengenal kekhususan dari RDT yang digunakan.

 

Kata kunci: malaria, diagniosis, ICT ® (lmmuno Chromatographic Test)

Reference Key
utami2012mediapenggunaan Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Basundari Sri Utami;M. Sururi;Sekar Tuti;Sofyan Masbar;Riyanti Ekowatiningsih;Budi Praseyorini;Oerip Pancawati
Journal scientia marina
Year 2012
DOI
DOI not found
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.