revitalisasi ilmu komunikasi melalui riset
Clicks: 11
ID: 212968
2000
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Star Article
3.0
/100
11 views
5 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
StarRanked #55 of 65 articles by views in iranian journal of pharmaceutical research
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Paradigma klasik mendominasi penelitian ilmiah komunikasi di Indonesia. Model-model komunikasi yang linier dari Schramm, Laswell, juga Shannon dan Weaver, masih dipertahankan untuk mengkaji efek-efek komunikasi. Dalamrisetsosial, terdapat banyak perspektif untuk menjelaskan objek penelitian berupa realitas sosial, yang salah satunya adalah peristiwa komunikasi. Yang pertama adalah emprisisme. Pendekatan kedua yang perlu diperkenalkan lebih meluas lagi adalah realisme. Perspektifketiga adalah subjektivisme. Idealisme adalah perspektif sosial lain yang belum begitu populer di kalangan periset komunikasi. Posmodernisme adalah istilah, sekaligus perspektif penelitian, yang sangat populer saatt ini. Pendekatan feminisme, dalam riset,juga bisa diterapkan sebagai panduan etis yang diharapkan bisa mencegah terulangnya fenomena "the age-oldfallacy of woman". Multiparadigma, sama halnya dengan multi-opinion dalam demokrasi, akan melahirkan dialektika yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu yang bersangkutan. Tulisan ini mencoba memperkenalkan sejumlah alternatif di luar maupun di dalam paradigm klasik yang mendominasi studi ilmu komunikasi di Indonesia selama ini. Tidak semuanya merupakan pendekatan baru dalam riset-riset sosial, namun di Indonesia, alternatif ini iperkirakan merupakan sesuatu yang menyegarkan karena belum banyak disentuh oleh para peneliti kajian komunikasi.
| Reference Key |
astuti2000mediatorrevitalisasi
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Santi Indra Astuti |
| Journal | iranian journal of pharmaceutical research |
| Year | 2000 |
| DOI |
DOI not found
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.