model dakwah hizbut tahrir indonesia
Clicks: 136
ID: 207105
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Improving Quality
0.0
/100
Combines engagement data with AI-assessed academic quality
Reader Engagement
Emerging Content
3.0
/100
10 views
10 readers
Trending
AI Quality Assessment
Not analyzed
Abstract
The existence of Transnational Islam Movement, Hizbut Tahrir, to Indonesia
adds the number of Islam movement conveying dakwah (missionary endeavor) asking
to do the good deed and avoiding bad ones. Each organization has its different strategy
and model though it is possible that there is similarity. Hizbut Tahrir came to Indonesia
in 1983 by offering radical changing agenda, that is, changing the Indonesian political
system to Khilafah al-Islamiyah.
The Islamic political system gets appreciation form a number of Islamic people who
want changes. There are two dakwah strategies, that is, cultural and structural. The
cultural is by changing the awareness of the society about the importance of changes in
Indonesia with only one way that is establishing political system Khilafah al-Islamiyah.
Structural strategy is carried out by forming opinion for Islamic people and people
though rallies and khilafah conferences. The way to make the awareness of Islamic
people is by dakwah.
The Hizbut Tahrir missionary endeavor follows the Prophet Muhammad (peace be
upon him) in making changes in Mecca and Medina though three phases, that is
development of cadres, interaction to society and authority.
Kehadiran gerakan Islam transnasional, Hizbut Tahrir, ke Indonesia
menambah jumlah gerakan Islam yang melakukan dakwah amar makruf nahi munkar.
Masing-masing organisasi memiliki stratgei dan model dakwah yang berbeda-beda
walaupun tidak menutup kemungkinan ada persamaannya. Hizbut Tahrir datang ke
Indonesia pada tahun 1983 dengan menawarkan agenda perubahan yang radikal, yakni
merubah sistem politik Indonesia dengan sistem Khilafah al-Islamiyah.
Sistem politik Islam tersebut mendapat apresiasi dari sebagian umat Islam yang
menginginkan perubahan. Strategin dakwah yang dilakukan ada dua, yakni kultural
dan structural. Kultural dengan merubah kesadaran umat Islam akan pentingnya
perubahan Indonesia, satu-satunya adalah dengan menegakkan sistem politik Khilafah
al-Islamiyah. Stratgi struktural yang dilakukan dengan membentuk opini publik umat
Islam dan rakyat Indonesia melalui demonstrasi-demonstrasi, konferensi khilafah. Jalan
yang diambil agar kesadaran umat Islam itu terbentuk adalah dengan dakwah.
Model dakwah Hizbut Tahrir mengikuti cara Rasulullah saw dalam melakukan
perubahan di Mekkah dan Madinah dengan tiga tahap, yakni tahap pembinaan dan
perkaderan, tahap berinteraksi dengan masyarakat, dan tahap penerimaan kekuasaan.
Kata Kunci: khilafah al-Islamiyah; kultural dan struktural; perubahan radikal.
| Reference Key |
shobron2016profetikamodel
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Sudarno Shobron |
| Journal | tekstilec |
| Year | 2016 |
| DOI |
DOI not found
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.