imunogenitas dan keamanan vaksin varisela pada anak sehat
Clicks: 9
ID: 205269
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Steady Performance
2.4
/100
9 views
4 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
SteadyRanked #97 of 159 articles by views in medical mycology
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 159 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Untuk menilai reaktogenitas dan imunogenitas vaksin varisela hidup yang dilemahkan
(galur-Oka) pada anak sehat. Studi deskriptif dilakukan pada 300 anak yang berumur
1- 12 tahun dan dibagi menjadi 3 subgrup menurut umur (1 -<3 tahun, 3 -<7 tahun, 7-
12 tahun). Sebelum penelitian anak-anak tersebut dimintakan kesediaan dari orang tuanya
secara tertulis, dilakukan anamnesis mengenai riwayat varisela sebelumnya, dan
pemeriksaan titer anti-varisela. Dalam kurun waktu waktu 2 minggu apabila hasil negatif,
maka diberikan suntikan vaksin varisela (Varilrix) 0,5 ml pada lengan deltoid kiri, setelah
dilakukan pemeriksan fisis sebelumnya. Sesuai penyuntikan pada orangtua pasien
diberikan kartu harian untuk mencatat suhu tubuh, gejala lokal atau umum yang terjadi
setelah penyuntikan. Bila dianggap perlu, orang tua dapat membawa anak untuk
diperiksa. Pada hari ke-42 dilakukan pemeriksaan fisis pada setiap anak dilanjutkan
dengan pengambilan darah pasca vaksinasi. Kartu harian dikumpulkan kembali untuk
dianalisis. Penelitian dilakukan di Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM Jakarta,
dari tanggal 3 Mei 1998 sampai dengan 22 Oktober 1998. Seluruh sediaan arah
pravaksinasi diperiksa di Laboratorium Bioanalytical Research Corporation (Barc) Jakarta
dengan metode ELISA. Separuh diantara spesimen disimpan menunggu separuh spesimen
darah pravaksinasi yang akan dikirim ke Rixenstat, Belgia untuk diperiksa ulang titer
pra vaksinasi sekaligus memeriksa titer pasca vaksinasi, dengan metode Indirek
Immunoflouresent test (IIF). Dari 300 anak yang masuk dalam penelitian ada 5 anak
yang tidak menyelesaikan penelitian. Reaksi umum (9,80%) lebih banyak dijumpai
daripada reaksi lokal (1%). Demam tinggi didapatkan pada 3 anak (1,7%), tiga
diantaranya disangka (probable/suspected) ada hubungannya dengan tindakan vaksinasi.
Subyek yang memperlihatkan gejala ruam tidak menunjukan gejala demam tinggi. Semua
gejala tadi menghilang tidak lebih dari 5 hari. Enam minggu setelah penyuntikan hanya
satu subyek yang tidak menunjukkan adanya serokonversi (0,7%). Golongan umur muda
menunjukkan nilai gmt yang lebih tinggi. Vaksin varisela hidup yang dilemahkan (galur
Oka) pada penelitian ini aman, ditoleransi dengan baik dan mempunyai tingkat
perlindungan yang tinggi pada anak 1 – 12 tahun
Abstract Quality Issue:
This abstract appears to be incomplete or contains metadata (29 words).
Try re-searching for a better abstract.
| Reference Key |
satari2016sariimunogenitas
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Hindra Irawan Satari;Sri Rezeki Hadinegoro;Alan R Tumbelaka;Hardjono Abdoerrachman;Htay H Han;Bock H |
| Journal | medical mycology |
| Year | 2016 |
| DOI |
10.14238/sp3.4.2002.202-5
|
| URL | |
| Keywords | Keywords not found |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.