keragaman fenotipe kerbau lumpur (bubalus bubalis) di kabupaten jembrana bali: warna kulit dan pusaran rambut

Phänotypische Diversität des Sumpfbüffels (Bubalus bubalis) im Regierungsbezirk Jembrana, Bali: Hautfarbe und Haarwirbel

Clicks: 138
ID: 204802
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Steady

Ranked #15 of 17 articles by views in journal of fluorine chemistry

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Sifat fenotipik Kualitatif merupakan karakteristik yang tidak dapat diukur namun dapat dibedakan dengan jelas. Warna kulit dan pusaran rambut adalah contoh dari sifat fenotipik kualitatif yang sering menjadi pertimbangan dalam memilih kerbau makepung. Penelitian observasional yang dilakukan pada 63 ekor kerbau lumpur jantan yang digunakan sebagai kerbau pacu, bertujuan untuk mengetahui perbedaan fenotipe (warna kulit dan pusaran rambut) kerbau lumpur antara Blok Ijo Gading Barat dan Blok Ijo Gading Timur di Kabupaten Jembrana, Bali. Data dianalisis dengan Uji Chi-Square dan Korespondensi Berganda untuk menggambarkan profil dari karakteristik dua blok kerbau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis warna kulit pada kerbau dari kedua blok. Warna tersebut adalah abu-abu gelap yang lebih dominan dan albino, yang proporsinya tidak berbeda nyata (p?0,05) antara Blok Ijo Gading Barat dan Blok Ijo Gading Timur. Dari semua karakteristik pusaran, pusaran pada bahu kanan dan bahu kiri memiliki proporsi yang berbeda dengan mitranya pada kedua blok. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa profil fenotipe kerbau lumpur di Blok Ijo Gading Barat adalah sama dengan di Blok Ijo Gading Timur.
Qualitative phänotypische Merkmale sind Eigenschaften, die nicht messbar sind, sich jedoch eindeutig voneinander unterscheiden lassen. Hautfarbe und Haarwirbel sind Beispiele für qualitative phänotypische Merkmale, die bei der Selektion von Makepung-Büffeln häufig berücksichtigt werden. Eine Beobachtungsstudie an 63 männlichen Sumpfbüffeln, die als Rennbüffel eingesetzt werden, zielte darauf ab, phänotypische Unterschiede (Hautfarbe und Haarwirbel) bei Sumpfbüffeln zwischen den Blöcken Ijo Gading Barat und Ijo Gading Timur im Regierungsbezirk Jembrana, Bali, zu ermitteln. Die Daten wurden mittels Chi-Quadrat-Test und multipler Korrespondenzanalyse analysiert, um das Merkmalsprofil der beiden Büffelblöcke darzustellen. Die Ergebnisse zeigten, dass bei den Büffeln beider Blöcke zwei Hautfarbvarianten vorkommen. Dabei handelte es sich um das dominantere Dunkelgrau sowie Albino, deren Anteile sich zwischen dem Block Ijo Gading Barat und dem Block Ijo Gading Timur nicht signifikant unterschieden (p > 0,05). Von allen Wirbelmerkmalen wiesen die Wirbel an der rechten und linken Schulter in beiden Blöcken im Vergleich zu ihren Pendants unterschiedliche Proportionen auf. Insgesamt lässt sich schlussfolgern, dass das phänotypische Profil der Sumpfbüffel im Block Ijo Gading Barat mit dem im Block Ijo Gading Timur übereinstimmt.
Reference Key
yulianty2016indonesiakeragaman Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Syifaurrachmah Yulianty;I Gede Soma;I Nengah Wandia
Journal journal of fluorine chemistry
Year 2016
DOI
DOI not found
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.