studi kasus: manifestasi klinis beberapa penyakit dengan konfirmasi diagnostik lupus erimatosus sistemik (pengamatan laporan awakl serial kasus)
Clicks: 50
ID: 202706
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Steady Performance
14.7
/100
50 views
12 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
SteadyRanked #69 of 159 articles by views in medical mycology
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 159 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Latar belakang. Lupus eritematosus sistemik (LES) adalah penyakit autoimun yang menyerang berbagai
sistem organ. Tampilan klinis tidak spesifik, tergantung dari sistem organ yang terlibat, dapat menyerupai
berbagai macam penyakit sehingga dapat menyebabkan missed diagnosis.
Tujuan. Mencari hubungan karakteristik klinis beberapa penyakit saat awal perawatan dengan diagnosis
akhir LES.
Metode. Dilakukan penelitian dengan desain belah lintang. Subyek adalah anak dengan manifestasi klinis
dicurigai sebagai LES yang dirawat di bangsal Anak RSUP Dr. Kariadi Semarang, bulan Januari 2010 hingga
Desember 2010. Diagnosis pasti LES ditegakkan berdasarkan kriteria American College of Rheumatology
(ACR) yang direvisi, memenuhi 4 dari 11 kriteria. Dilakukan pencatatan karakteristik klinis awal perawatan
di rumah sakit dan pemeriksaan penunjang. Uji statistik berupa distribusi frekuensi dan persentase, pada
laporan awal; selanjutnya dengan chi squaredan logistik regresi.
Hasil. Sebagai laporan awal (preliminary report), tujuh pasien semuanya perempuan dengan rerata umur 11,57
tahun (rentang 8-13 tahun). Diagnosis awal perawatan, anemi dengan splenomegali 2 (28,6%), dan nefritis 5
(71,4%). Subjek semua pasien dengan anemi 3 (42,8%) dengan trombositopeni. Keterlibatan ginjal ditandai
dengan edema pada 4 (57,2%), proteinuria pada 3 (42,8%), hipoalbuminemi pada 7 (100%), dan hipertensi
pada 4 (57,2%) subjek. Penghitungan laju filtrasi glomerulus didapatkan 2 (28,6%) disfungsi ginjal awal, dan
1 (14,2%) insufisiensi ginjal kronik. Keterlibatan jantung didapatkan efusi perikardial pada 3 (42,8%). Subjek
Malar rashdan artritis serta gejala konstitusional demam berkepanjangan pada semua pasien.
Kesimpulan. Pada laporan awal, keterlibatan ginjal merupakan manifestasi klinis terbanyak kasus LES,
disertai anemi, malar rash,artritis, dan gejala konstitusional umum demam berkepanjangan.
| Reference Key |
wistiani2016saristudi
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Wistiani Wistiani |
| Journal | medical mycology |
| Year | 2016 |
| DOI |
10.14238/sp13.2.2011.85-8
|
| URL | |
| Keywords | Keywords not found |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.