hubungan tingkat status gizi wanita menopause dengan perubahan fisik pada masa menopause kota semarang

Clicks: 216
ID: 201201
2017
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Latar belakang : Menopause terjadi akibat dari penurunan produksi hormon estrogen yang dihasilkan oleh kelenjar endokirin dimana pada usia sekitar 45-55 tahun ditandai dengan keluhan haid yang mulai tidak teratur. Berdasarkan studi pendahuluan terhadap 10 wanita yang berumur 45-55 tahun di Kelurahan Bendanduwur Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang, didapatkan bahwa 7 dari 10 wanita menopause (70%) berstatus gizi baik dan 2 orang wanita menopause (20%) telah mengalami perubahan fisik menopause, 5 dari 10 orang wanita menopause (50%) berstatus gizi kurang dan 2 orang wanita menopause(20%) telah mengalami perubahan fisik menopause.5 dari 10 orang wanita menopause (50%) berstatus gizi rendah dan 6 orang wanita menopause mengalami perubahan fisik menopause Kejadian perubahan fisik yang terjadi dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya adalah status gizi yang kurang. Tujuan Penelitian : Penelitian ini secara umum mengetahui hubungan tingkat status gizi dengan perubahan-perubahan fisik pada masa menopause di Kelurahan Bendan Duwur Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang. Jenis Penelitian : Penelitian ini termasuk penelitian kebidanan komunitas dengan menggunakan rancangan cross sectional dan termasuk jenis penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita di kelurahan Bendanduwur Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang sejumlah 55 wanita menopause dengan karakter yaitu memiliki tingkat umur 45-55 Tahun. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode non probability sampling dengan Tehnik purposive sampling. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden di Kelurahan bendan duwur Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang memiliki status gizi kurang dengan menggunakan uji chi squre didapatkan hasil 11,062 dengan p value sebesar 0,001,Nilai p value lebih kecil dari 0,005.Hal ini berarti Ha diterima dan Ho ditolak< Responden yang memiliki status gizi kurang cenderung proporsi mengalami perubahan fisik masa menopause lebih besar dibandingkan responden yang memiliki status gizi baik hubungan antara status gizi dengan perubahan fisik pada masa menopause secara statistik bermakna Simpulan : Ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan perubahan fisik pada masa menopause. Oleh karena itu sebaiknya tenaga kesehatan khususnya bidan diharapkan untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya gizi berkaitan dengan perubahan fisik pada masa menopause. Kata kunci :status gizi,perubahan fisik pada masa menopause.
Reference Key
elliana2017jurnalhubungan Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors
Journal jurnal kebidanan
Year 2017
DOI
10.26714/jk.6.2.2017.96-102
URL
Keywords Keywords not found

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.