hiperplasia adrenal kongenital di surabaya: analisis retrospektif praktek endokrin anak 1997-2011
Clicks: 74
ID: 200740
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Steady Performance
21.9
/100
74 views
7 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
SteadyRanked #58 of 159 articles by views in medical mycology
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 159 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Latar belakang. Hiperplasia adrenal kongenital (HAK) merupakan suatu penyakit herediter yang
mengakibatkan dampak sangat besar bagi pasien, keluarga dan lingkungannya namun masih sering terjadi
keterlambatan diagnosis.
Tujuan. Melakukan analisis keluhan utama dan tanda awal HAK untuk membantu menegakkan diagnosis
dini.
Metode. Analisis retrospektif kasus seri HAK pada praktek endokrin anak 1997-2011, pada 19 kasus, 10
perempuan dan 9 laki-laki. Semua kasus HAK dalam penelitian adalah pasien rujukan.
Hasil. Ambiguitas genitalia terdapat pada semua anak perempuan (10), 6 diantaranya sebagai keluhan
utama. Tidak ada keluhan utama hiperpigmentasi walau didapatkan pada semua pasien kecuali 3 anak lakilaki. Seorang anak laki-laki datang dengan keluhan pubertas prekoks. Muntah dan diare ditemukan merata
pada perempuan dan laki-laki (5:6). Pada seluruh anak laki-laki, muntah-diare merupakan keluhan utama,
dan semua termasuk dalam kelompok salt wasting. Hanya didapatkan satu keluhan utama muntah-diare
pada anak perempuan, 2 dari 7 pasien datang dengan keluhan utama gagal tumbuh. Tiga kasus didiagnosis
berdasarkan riwayat keluarga. Terdapat 12 kasus didiagnosis sebelum berumur 1 bulan.
Kesimpulan. Sangat diperlukan kecermatan dalam melihat gejala klinis HAK. Ambiguitas genitalia pada
perempuan, hiperpigmentasi kulit, muntah dan diare, serta gagal tumbuh adalah tanda-tanda klinis yang
sangat penting. Pemeriksaan kadar natrium dan kalium sangat membantu sebelum dilakukan pemeriksaan
hormon, karena berdasarkan temuan tersebut, penanganan kedaruratan gangguan elektrolit dapat segera
diberikan. Melalui diagnosis dini kita dapat mencegah dampak buruk HAK seperti pemberian nama yang
keliru, kegawatan karena gangguan elektrolit, bahkan krisis adrenal serta pubertas prekoks.
Sari Pediatri2013;14(6):337-40.
| Reference Key |
untario2016sarihiperplasia
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Connie Untario |
| Journal | medical mycology |
| Year | 2016 |
| DOI |
10.14238/sp14.6.2013.337-40
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.