sindrom nefrotik kongenital

Clicks: 4
ID: 198258
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Steady

Ranked #121 of 159 articles by views in medical mycology

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 159 in total.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Sindrom nefrotik kongenital (SNK) adalah sindrom yang timbul dalam usia 3 bulan pertama dengan kejadian kurang lebih 1,5 % dari semua sindrom nefrotik pada anak; dapat dibedakan menjadi SNK primer, SNK yang berhubungan dengan sindrom malformasi, dan SNK sekunder. Pada SNK primer dapat berupa SNK tipe Finnish, sklerosis mesangial difus, dan glomerulosklerosis fokal segmental. Tipe SNK yang berhubungan dengan sindrom malformasi antara lain sindrom Danys-Drash, sedangkan SNK sekunder dapat disebabkan oleh infeksi, lupus eritematosus sistemik, atau keganasan. Jenis SNK yang paling sering ditemukan adalah SNK tipe Finnish yang diturunkan secara autosomal resesif. Biasanya pasien SNK tipe Finnish lahir prematur dengan plasenta yang besar. Diagnosis prenatal dapat dilakukan dengan mendeteksi kadar alfa fetoprotein yang tinggi dalam cairan amnion. Masalah utama pada SNK adalah proteinuria yang berat, 90% di antaranya adalah albumin. Manifestasi klinis memperlihatkan edema dengan asites, hipoalbuminemia, proteinuria berat, dan hematuria. Selain albumin, banyak protein yang keluar melalui urin seperti imunoglobulin, transferin, protein pengikat vitamin D, dan globulin pengikat tiroid. Sering juga ditemukan gejala klinis lain seperti hidung pesek, sutura melebar, dan deformitas lainnya. Terapi kuratif pada SNK adalah tansplantasi ginjal, sedangkan kortikosteroid dan imunosupresan biasanya tidak efektif. Sebelum transplantasi ginjal, pasien harus mendapat nutrisi yang adekuat, subsitusi albumin, pemberian obat antiproteinurik, nefrektomi, dan dialisis peritoneal. Pemberian obat antiproteinurik masih diperdebatkan. Prognosis SNK sangat buruk dan kematian biasanya terjadi dalam 6 bulan pertama, namun dengan tata laksana yang adekuat prognosis menjadi lebih baik. [
Reference Key
pardede2016sarisindrom Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Sudung O. Pardede
Journal medical mycology
Year 2016
DOI
10.14238/sp7.3.2005.114-24
URL
Keywords Keywords not found

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.