hubungan faktor lingkungan dan perilaku masyarakat dengan keberadaan vektor demam berdarah dengue (dbd) di wilayah kerja puskesmas i denpasar selatan

Clicks: 155
ID: 197496
2012
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Steady

Ranked #21 of 36 articles by views in turkish journal of mathematics and computer science

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat penting di Indonesia dan
sering menimbulkan suatu kejadian luar biasa dengan kematian yang besar. Di Indonesia nyamuk penular (vektor) penyakit DBD
yang penting adalah Aedes aegypti Jenis penelitian cross sectional dengan besar sampel 90 KK.
Hasil penelitian menunjukkan faktor lingkungan yang berhubungan dengan keberadaan vektor DBD adalah kepadatan
penduduk, mobilitas penduduk, keberadaan tempat ibadah, keberadaan pot tanaman hias, keberadaan saluran air hujan dan keberadaan
kontainer. Faktor perilaku masyarakat yang berhubungan dengan keberadaan vektor DBD adalah tindakan dan kebiasaan
menggantung pakaian.
Reference Key
suyasa2012ecotrophic:hubungan Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;I N Gede Suyasa;N Adi Putra;I W Redi Aryanta
Journal turkish journal of mathematics and computer science
Year 2012
DOI
DOI not found
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.