remodeling tulang alveolar untuk reimplantasi dan transplantasi gigi anterior pada kehilangan tulang hebat paska trauma

Clicks: 108
ID: 195628
2011
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Popular

Ranked #30 of 40 articles by views in psychopharmacology

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Latar Belakang. Remodeling tulang alveolar berguna untuk memperbaiki kehilangan struktur jaringan pendukung gigi yang hebat pada reimplantasi dan transplantasi gigi anterior, supaya gigi anterior yang terlepas dari soketnya paska trauma dapat di implantasi. Bahan cangkok tulang untuk remodeling tulang alveolar yang digunakan berjenis demineralized freeze-dried bone allograft (DFDBA). Tujuan Penulisan Laporan Kasus. Melaporkan keberhasilan menanam gigi tetap ditempatnya dengan teknik remodeling tulang dengan penambahan DFDBA agar struktur jaringan pendukung gigi yang hilang kembali normal. Penatalaksanaan. Pasien paska trauma, dalam keadaan tidak sadar selama 7 hari di ruang rawat intensif dan dirawat selama 7 hari di bangsal. Pasien mengalami trauma dan kehilangan tulang penyangga gigi yang hebat, pada gigi anterior bawah. Tiga gigi anterior mengalami kegoyahan 4° dan dua gigi hilang. Hilangnya dua gigi mengakibatkan area edentulous besar, sehingga perlu di lakukan transplantasi satu gigi. Untuk memperkecil edentulous dilakukan penambahan lebar mahkota gigi menggunakan composite light curing. Setelah pencabutan gigi, semua gigi yang akan di implant dilakukan perawatan saluran akar gigi dan disterilkan. Flap operasi dilakukan untuk menata serpihan tulang dan menilai besarnya trauma, daerah luka dibersihkan dengan lIarutan salin. Splinting semua gigi yang akan di implant menggunakan arch bar dan kawat. Penambahan bahan cangkok tulang DFDBA pada daerah operasi. Menjahit daerah operasi ke korona gigi dan ditutup pack. Setelah 6 bulan operasi dua gigi tidak men gal ami kegoyahan, dua gigi lain mengalami kegoyahan 2°, 12 bulan tiga gigi tidak mengalami kegoyahan dan hanya satu gigi transplantasi yang mengalami kegoyahan 1°. Re-entry operasi dilakukan untuk remodeling tulang bertambah baik. Setelah 6 bulan paska re-entry operasi, gigi yang di transplantasi tidak mengalami kegoyahan. Sehingga splint dapat dilepas. Kesimpulan. Remodeling tulang pada teknik reimplantasi dan transplantasi gigi gigi disertai kehilangan tulang yang hebat dapat dilakukan paska trauma dengan penambahan bahan cangkok tulang - DFDBA, sehingga gigi anterior dapat berfugsi kembali mengunyah makanan.
Reference Key
maksmara2011majalahremodeling Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Heru Maksmara
Journal psychopharmacology
Year 2011
DOI
10.22146/majkedgiind.16483
URL
Keywords Keywords not found

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.