pengembangan tanaman keladi tikus (typhonium flagelliforme lodd.) asal indonesia sebagai obat antikanker

Clicks: 19
ID: 194631
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Steady

Ranked #12 of 12 articles by views in reseaux

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Keladi tikus merupakan tanaman obat yang bermanfaat sebagai obat kanker. Keladi tikus memiliki kandungan kimia diantaranya adalah alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan glikosida. Keladi tikus memiliki keragaman genetik yang rendah. Untuk meningkatkan keragaman telah dilakukan mutasi secara fisik melalui iradiasi sinar gamma pada kultur in vitro keladi tikus. Media MS dengan penambahan 0.5 mg/l 2.4D dan 0.1 mg/l kinetin menghasilkan jumlah tunas terbanyak yaitu 14.38 plantlet. Kalus embriogenik mutan dihasilkan melalui induksi dengan sinar gamma 6 gray. Kalus embriogenik diregenerasikan menjadi 59 tunas mutan. Plantlet mutan yang dihasilkan telah dideteksi dengan marka molekuler RAPD dan menunjukan perubahan genetik. Beberapa galur mutan yang telah diperoleh memiliki keragaman tinggi secara morfologi dan genetik. Keragaman genetik klon mutan generasi pertama (MV1) sampai generasi keempat (MV4) yang diperoleh telah dideteksi secara genetik molekuler dengan RAPD. Beberapa klon MV5 (mutan stabil) memiliki kandungan senyawa bioaktif antikanker tinggi berdasarkan GC-MS. Analisis GC-MS menunjukkan bahwa tanaman mutan mengalami peningkatan kandungan senyawa antikanker dibanding kontrol serta senyawa baru yang tidak ditemukan di kontrol. Beberapa klon unggul yang dihasilkan perlu dikembangkan sebagai bahan baku obat antikanker. Keladi tikus unggul bermanfaat untuk mencegah dan mengobati penyakit kanker pada masyarakat Indonesia.
Reference Key
sianipar2016ethos:pengembangan Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Nesti Fronika Sianipar;Ragapadmi Purnamaningsih;Rosaria Rosiana
Journal reseaux
Year 2016
DOI
DOI not found
URL
Keywords Keywords not found

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.