skala gangguan tidur untuk anak (sdsc) sebagai instrumen skrining gangguan tidur pada anak sekolah lanjutan tingkat pertama

Clicks: 45
ID: 192806
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Steady

Ranked #70 of 159 articles by views in medical mycology

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 159 in total.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Latar belakang. Dampak gangguan tidur pada remaja adalah penurunan prestasi akademis di sekolah, meningkatkan kenakalan remaja dan meningkatkan angka pemakaian rokok. Deteksi dini gangguan tidur perlu dilakukan karena remaja jarang mengeluh dan mengganggapnya bukan suatu masalah yang serius. Pemeriksaan gangguan tidur menggunakan polysomnography mahal dan tidak praktis, sedangkan pemeriksaan wrist actigraphy sederhana tetapi belum tersedia di Indonesia. Skala gangguan tidur untuk anak atau sleep disturbance scale for children (SDSC) praktis dan murah. Tujuan. Mengetahui sensitivitas dan spesifisitas SDSC terhadap pemeriksaan wrist actigraphy. Metode. Penelitian uji diagnostik dengan desain potong lintang selama bulan Juli-Oktober 2010. Murid yang memenuhi kriteria inklusi, dilakukan pemeriksaan wrist actigraphy dan pengisian kuisioner SDSC bersama orangtua. Hasil. Sebagian besar subjek berusia 14 tahun (50%). Rerata waktu subjek tidur adalah pukul 22:12, waktu subjek bangun pukul 05:55, dan total waktu tidur subjek 6 jam 47 menit. Terdapat 40 subjek (62,5%) yang menderita gangguan tidur menurut SDSC dengan jenis gangguan yang paling sering adalah gangguan transisi tidur-bangun (25%). Berdasarkan pemeriksaan wrist actigraphy terdapat 42 subjek (65,6%) yang menderita gangguan tidur. Nilai diagnostik SDSC terhadap wrist actigraphy didapatkan sensitivitas 71,4% dan spesifisitas 54,5%. Nilai duga positif dan nilai duga negatif adalah 75% dan 50%. Kesimpulan. Sensitivitas dan spesifisitas SDSC terhadap pemeriksaan wrist actigraphy adalah 71,4% dan 54,5%. Instrumen SDSC dapat digunakan sebagai alat skrining gangguan tidur pada remaja.
Reference Key
natalita2016sariskala Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Christine Natalita;Rini Sekartini;Hardiono Poesponegoro
Journal medical mycology
Year 2016
DOI
10.14238/sp12.6.2011.365-72
URL
Keywords Keywords not found

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.