peta kesadaran politik para santri di pesantren kabupaten bandung menjelang pemilu 2004
Clicks: 97
ID: 191253
2005
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Star Article
28.8
/100
97 views
26 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
StarRanked #1,228 of 1,308 articles by views in Advances in Intelligent Systems and Computing
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 1,308 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Penelitian ini berjudul: ”Peta Kesadaran dan Pemahaman Politik para Santri di Kabupaten Bandung menjelang Pemilu Tahun 2004”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa kali penyelenggaraan Pemilihan Umum mulai tahun 1971, 1977, sampai dengan pemilu tahun 2004, umat Islam di Indonesia terutama dari kalangan non elit (grass root) umumnya hanya menjadi obyek atau sasaran kampanye partai-partai politik untuk meraih dukungan. Namun setelah pemilu berlangsung dan partai yang dipilih umat Islam menang; mereka diabaikan kepentingan dan aspirasi-aspirasinya. Hal ini dilatarbelakangi oleh faktor internal umat Islam sendiri atau faktor-faktor eksternal yang relatif merugikan umat Islam dalam kehidupan bernegara. TAP MPR RI nomor XVII/MPR/1998 mengemukakan bahwa sebagai warga negara di antaranya memperoleh hak keadilan, hak kemerdekaan, hak mengemukakan pendapat dan memperoleh informasi (right to know), hak kesejahteraan dan pelayan publik dari pemerintah. Aturan dan perundangan bahkan kebijakan pemerintah tentang kehidupan politik dan kewarganegaraan (Civic Society) memang sudah sering disosialisasikan melalui media massa atau komunikasi tatap muka. Namun apakah pesan-pesan politik ini telah sampai dan dipahami juga oleh para kalangan pesantren? Pemahaman ini penting dimiliki para santri, agar tidak terjebak dalam arus permainan politik yang merugikan. Penelitian dengan menggunakan metode survey ini menghimpun data dari 2 pesantren besar di Kabupaten Bandung dan melibatkan 88 santri sebagai responden. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: Pengetahuan para santri tentang peraturan, perundang-undangan, dan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan politik ada pada kategori sedang dan rendah, dalam arti mereka memahami sebatas aturan dan kebijakan pemerintah yang aplikatif berkaitan dengan dirinya sebagai anggota masyarakat dan umat Islam. Pengetahuan dan pemahaman tentang per-politik-an yang dimiliki para santri ternyata informasi politik yang sering dimunculkan oleh media massa. Pemahaman para santri tentang statusnya sebagai umat Islam dan sekaligus sebagai warga negara Indonesia yang bukan negara Islam; cukup mantap dan tidak menganggap ada hal yang kontroversial; artinya pemahaman ajaran agama Islam digabungkan dengan pemahaman tentang peraturan negara; yang keduanya bersifat ‘terbuka’ dalam penafsiran dan pelaksanaan. Kepercayaan, nilai, dan harapan para santri tentang politik (kekuasaan) negara dan pemerintah, umumnya bermuara pada adanya bukti atau fakta bahwa, penyelenggaraan negara berjalan dengan tertib, aman, sejahtera, dan yang penting tidak ada KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Walaupun mereka meragukan akan kualitas kepemimpinan umat Islam saat ini; namun santri berharap agar negara dapat menegakkan hukum Islam secara konsisten. Dalam penyelenggaraan pemilu yang akan datang para santri memiliki kepercayaan pada personil-personil yang jujur dan profesional, yang diharapkan datang dari muslim-muslim yang berkualitas. Selama ini terjadi krisis kepercayaan pada umat Islam sendiri, karena realitas bicara, bahwa, belum tentu panitia pemilu yang muslim, menjadi jaminan pemilu tahun 2004 berjalan tertib, aman, dan sukses. Sumber dan media yang digunakan para santri untuk memperoleh informasi tentang pemilu, pertama saluran televisi, kedua surat kabar, ketiga radio. Adapun saluran komunikasi langsung diperoleh dari guru dan terakhir dari orang tua. Adapun materi (content) informasi yang dibutuhkan santri adalah tentang hak dan Kewajiban sebagai warga negara, termasuk isu hak azasi manusia; kemudian kewajiban pemerintah/pemimpin kepada rakyat dan tentang hukum & demokrasi. Untuk itu media massa merupakan sumber utama dan penting dalam sosialisasi tentang pemilu.
| Reference Key |
rachmiatie2005mimbar:peta
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Atie Rachmiatie;Asep Ahmad Sidik;Farihat Kamil |
| Journal | Advances in Intelligent Systems and Computing |
| Year | 2005 |
| DOI |
DOI not found
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.