memahami memori
Clicks: 2
ID: 190037
2004
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Popular Article
0.3
/100
2 views
1 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
PopularRanked #62 of 65 articles by views in iranian journal of pharmaceutical research
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Memori menjadikan manusia menjadi makhluk sejarah. Menurut Plato, memori berasal dari alam ide yang abadi, yang terlepas dari matreri. Ketika manusia lahir, memori dipanggil kembali melalui penginderaan/pengalaman. Prinsip pengembangan memori, antara lain, mencakup asosiasi, gambaran, dan lokasi. Memori melewati tiga proses: (1) perekaman, yakni pencatatan informasi melalui reseptor indera dan sirkit saraf internal; (2) penyimpanan, yaitu menentukan berapa lama informasi itu berada beserta kita, dalam bentuk apa, dan di mana; dan (3) pemanggilan, artinya mengingat lagi, yakni menggunakan informasi yang disimpan. Memori juga dikaitkan dengan proses aktif seseorang di dalam mencari, menyimpan/ mengorganisasikan, dan menyebarluaskan informasi yang ada di luar dirinya untuk ditemukan kembali oleh para pencari informasi. Apa yang dicari tersebut adalah informasi yang membantu seseorang dalam memperlancar kehidupannya, baik untuk urusan praktis maupun keilmuan. Dalam hal ini, terdapat dua macam memori yang terlibat: memori internal dalam diri seseorang dan memori eksternal yang umumnya terdapat dalam literatur dan pangkalan data atau memori orang lain terutama memori para pakar, karena dalam memori tersebut terkandung atau tersimpan beragam informasi yang berbentuk pengetahuan, pemahaman, kebijaksanaan atas suatu ilmu yang diinginkan dan dibutuhkannya. Memori adalah tempat komoditas disimpan. Dengan demikkian, memori merupakan sumber energi pemikiran, sumber fakta, sumber data, sumber pengetahuan, juga sumber kebijaksanaan.
| Reference Key |
elita2004mediatormemahami
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Funny Mustikasari Elita |
| Journal | iranian journal of pharmaceutical research |
| Year | 2004 |
| DOI |
DOI not found
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.